Pasokan Terancam, Harga Minyak Naik Dekati USD 85
:
0
Harga minyak mentah dunia merangkak naik mendekati USD 85 per barel pada Rabu.(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia merangkak naik mendekati USD 85 per barel pada Rabu. Angka ini mendekati level tertinggi dalam enam minggu terakhir seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan di beberapa jalur ekspor utama dunia.
Eskalasi ketegangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama kenaikan harga ini. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis kemungkinan adanya pembicaraan dalam waktu dekat dengan pihak Iran.
Selain itu, Trump juga memperingatkan bakal adanya serangan tambahan. Ia berjanji akan membalas jika kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Teheran mengganggu jalur pengiriman kapal di Laut Merah.
Jalur Laut Merah sendiri merupakan koridor ekspor yang sangat vital bagi Arab Saudi selama konflik berlangsung. Jalur ini memungkinkan kerajaan tersebut mengalihkan sebagian ekspor minyak mentahnya melalui jalur pipa darat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
Ancaman terhadap lalu lintas maritim kembali terbukti nyata setelah sebuah kapal tanker milik Kuwait yang membawa produk minyak dihantam saat melintas di Selat Hormuz. Kejadian ini kian menggarisbawahi tingginya risiko keamanan bagi kapal pembawa komoditas energi di wilayah tersebut.
Kekhawatiran para pedagang pasar minyak tidak hanya tertuju pada kawasan Timur Tengah. Pasar juga memantau serangkaian serangan yang menargetkan terminal Caspian Pipeline Consortium di sepanjang pantai Laut Hitam Rusia. Terminal tersebut merupakan pusat ekspor utama bagi sebagian besar pasokan minyak mentah asal Kazakhstan.
Rangkaian gangguan geopolitik dan keamanan di jalur maritim global ini berpotensi membawa dampak rambatan bagi perekonomian Indonesia. Sebagai negara pengimpor bersih minyak mentah, kenaikan harga minyak dunia hingga mendekati USD 85 per barel berisiko meningkatkan beban subsidi energi domestik serta menekan nilai tukar Rupiah. Pemerintah dan pelaku industri di Tanah Air perlu mewaspadai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak jika gangguan pasokan global ini berlanjut.(*)
Related News
Minyak dan Defisit Bawa Yen ke Level Terendah 40 Tahun
Ketegangan Timur Tengah Kerek Emas ke USD 4.080 per Ons
Konsolidasi Aset, Danareksa Pengelola Kawasan Industri Terbesar ASEAN
Didukung China, Menkeu Umumkan Panda Bond USD1 Miliar Terbit 23 Juli
Rupiah Jauhi Level 18.000 per USD Hari Ini
Kemenkeu Siapkan Jurus Ini Jaga Stabilitas Keuangan Semester II





