Pekan Depan Uji Jalan B50 Pada Kereta Api, ESDM Pasang Target Ini
:
0
Ilustrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera melakukan uji jalan biodiesel 50 atau B50 di sektor perkeretaapian pada pekan depan atau akhir April hingga awal Mei 2026. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pemerintah terus menguji keandalan bahan bakar biodiesel sebelum diterapkan mulai 1 Juli 2026 pada semua sektor. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera melakukan uji jalan biodiesel 50 atau B50 di sektor perkeretaapian pada pekan depan atau akhir April hingga awal Mei 2026.
“Sektor kereta api uji jalannya minggu depan. Minggu depan kami jalankan menggunakan rute dari Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi kepada pers, di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).
Untuk lokomotif lainnya akan dilakukan uji jalan dari Stasiun Gambir Jakarta, menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Satu hal, sesungguhnya kick off uji jalan B50 telah dilakukan secara serentak di enam sektor pada 9 Desember 2025. Enam sektor tersebut meliputi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit dan kereta.
Untuk sektor kereta api dilakukan penyesuaian uji jalan, sebab menunggu musim libur Lebaran 2026 berlalu.
Setelah uji jalan kepada sektor perkeretaapian, Eniya menyampaikan akan melakukan uji jalan di tempat dingin, seperti Bromo, Jawa Timur.
B50 masih dalam tahap uji jalan yang ditargetkan selesai pada Mei 2026 untuk sektor otomotif. Tahap uji jalan, telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 terhadap 9 unit kendaraan.
Setelah uji jalan, Kementerian ESDM akan melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin. Uji jalan dan pengecekan mesin untuk sektor otomotif ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Eniya mengemukakan hasil sementara uji B50 menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. “Ini performa mesin tadi dilaporkan tidak ada ganti filter.”
Sebelumnya, Selasa (31/3/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia akan memberlakukan kebijakan B50 mulai 1 Juli 2026 untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.
Pertamina sudah siap untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kebijakan penerapan B50, berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil sebanyak 4 juta kiloliter (KL) dalam satu tahun.
Penting dicatat, dari sisi ekonomi, program biodiesel berpotensi meningkatkan nilai tambah CPO dan menghemat devisa negara, dengan proyeksi penghematan menjadi Rp157,28 triliun pada tahun 2026, meningkat dari Rp140 Triliun. ***
Related News
Tepis Tawaran Pinjaman, Purbaya Bilang Begini ke IMF dan Bank Dunia
Ini Alasan Khusus Pertamina-Toyota Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung
Nilai Tukar Yuan Hari Ini Berbalik Menguat Terhadap Dolar AS
Astra Graphia (ASGR) Bidik Ekspansi Di Layanan TI Pada 2026
Harga Emas Antam Selasa Ini Naik Rp40.000 per Gram
Kunci Level Rp17.168, Bagaimana Rupiah Hari Ini?





