EmitenNews.com - Entitas usaha Surya Esa Perkasa (ESSA) tengah melakukan pemeliharaan terjadwal Banggai Ammonia Plant (BAP). Pemeliharaan BAP berlokasi di Banggai, Luwuk, Sulawesi Tengah itu, dilakukan PT Panca Amara Utama (PAU).


Berdasar rencana, pemeliharaan terjadwal dilakukan selama tiga minggu untuk memberikan peningkatan kinerja produksi. ”BAP diperkirakan akan kembali beroperasi mulai 10 Maret 2023,” tulis Shinta D.U Siringoringo, Corporate Secretary Surya Esa Perkasa. 


BAP merupakan Pabrik Amoniak paling efisien di dunia. Pasalnya, pabri tersebut menggunakan KBR Reforming Exchanger System & Purifier Technology. Pemeliharaan terjadwal merupakan kegiatan sangat penting bagi BAP untuk meningkatkan kinerja, dan kehandalan operasional BAP di masa depan. 


Sepanjang tahun lalu, Surya Esa Perkasa mencatat laba bersih USD138,84 juta, melonjak 894 persen dibanding edisi 2021 hanya USD13,969 juta. Hasil itu ditopang  pendapatan konsisten didukung harga Amoniak dan LPG lebih tinggi. Pendapatan  USD731 juta, molesat 141 persen secara tahunan. 


EBITDA USD354 juta, naik 161 persen secara tahunan. Pasar komoditas global melonjak akibat geopolitik terus memanas mendorong kenaikan harga. ”Hasil harga realisasi Amoniak perseroan melonjak 91 persen menjadi USD887 per metrik ton (MT), dan produksi Amoniak naik 34 persen menjadi 760.815 MT menciptakan rekor pendapatan bisnis Amoniak berkontribusi 93 persen terhadap pendapatan,” tegas Chander Vinod Laroya, CEO Surya Esa Perkasa. (*)