Pemerintah Coba Pangkas Produksi untuk Dongkrak Harga Batu Bara
:
0
Pemerintah mempertimbangkan untuk mengurangi produksi batu bara pada 2026 sebagai upaya menaikkan harga batu bara di pasar internasional. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Pemerintah mempertimbangkan untuk mengurangi produksi batu bara pada 2026 sebagai upaya menaikkan harga batu bara di pasar internasional. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno seusai rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis.
"Nanti yang ditahan produksinya. Jadi penurunan produksi, karena harga (batu bara) kan jebol (anjlok)," jelasnya.
Tri Winarno mengatakan kementeriannya membuka kemungkinan produksi batu bara pada 2026 berada di bawah 700 ton. Namun dirinya belum menentukan berapa besar angka pasti Kementerian ESDM akan mengurangi produksi batu bara.
Pada 2024, ESDM mencatat total produksi batu bara mencapai 836 juta ton.
Jumlah produksi tersebut mencapai 117 persen target yang ditetapkan pada 2024, yakni sebesar 710 juta ton. Sebanyak 233 juta ton sudah disalurkan ke pangsa industri domestik (DMO) dan 48 juta ton untuk stok batu bara domestik, sebagaimana yang dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Pada 2024, Indonesia telah mengekspor 555 juta ton batu bara atau setara dengan sekitar 33-35 persen dari total konsumsi dunia.
"Realisasi untuk tahun ini, sampai akhir tahun (2025) diperkirakan sekitar 750-an ton," kata Tri.
Dengan demikian, realisasi produksi batu bara untuk tahun 2025 lebih rendah hingga nyaris 100 ton apabila dibandingkan dengan 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Tri kembali menegaskan bahwa rencana memangkas produksi batu bara pada 2026 bertujuan untuk mengendalikan harga batu bara di pasar internasional.
"Supaya harganya ya terangkat lagi. Yang ideal itu produksi gede, harganya bagus. Ideal," ujar dia.
Harga batu bara acuan (HBA) periode pertama November turun jadi 103,75 dolar AS per ton dari yang sebelumnya 109,74 dolar AS per ton pada periode kedua Oktober 2025.
Related News
Bappebti Rilis Rating Pialang Berjangka Triwulan I, Ini Peringkatnya
Pengguna dan Merchant Meningkat, Transaksi QRIS Tumbuh 108,43 Persen
FTSE Benamkan DSSA hingga DAAZ, Analis: Dampaknya Tak Sedahsyat MSCI
Kanada Naikkan Pajak Konten Streaming Tiga Kali Lipat, AS Berang
Dow Jones Cetak Rekor Lagi Karena Potensi Gencatan Senjata di Timteng
FTSE Russel Rilis Syarat Saham Bisa Masuk dan Keluar Indeks, Gimana?





