Pemerintah Janjikan Percepatan Industri Hilirisasi Batu Bara
:
0
EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia saat ini fokus pada pengembangan industri hilir batu bara untuk mengurangi beban impor LPG yang begitu besar setiap tahun, yakni menyentuh 7 juta ton atau senilai Rp80 triliun.
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Air Products berinvestasi US$ 15 miliar atau setara Rp 210 triliun dan sudah merealisasikan investasi tahap pertama senilai US$ 7 miliar atau setara Rp 102 triliun (kurs Rp 14.600/dolar).
Diantaranya untuk sejumlah proyek, yakni pengembangan pabrik pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, Sumatra Selatan, serta dua pabrik metanol di Balongan, Jawa Barat, dan Cepu, Jawa Tengah.
Air Products, perusahaan asal Negeri Paman Sam yang bergerak di sektor energi itu, adalah pihak yang memiliki andil besar dalam pengembangan industri hilir batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan, awal tahun ini.
Dana investasi yang tersisa, kata Bahlil, akan digunakan membangun proyek energi hidrogen.
Related News
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi





