Pemerintah Tawarkan Sukuk Wakaf Imbalan 6,7%, Dana untuk Program Ini
:
0
Ilustrasi CWLS. Foto: Kemenkeu.
EmitenNews.com - Pemerintah kembali menawarkan Sukuk Wakaf Ritel seri SWR007 kepada investor individu dan institusi mulai 4 September hingga 21 Oktober 2026.
Berdasarkan rencana penjualan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko DJPPR Kementerian Keuangan (2/9), SWR007 merupakan instrumen Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel untuk mendukung Gerakan Nasional Wakaf Uang dan wakaf produktif di Indonesia.
Penerbitan SWR007 dikelola berdasarkan prinsip syariah dan telah memperoleh Pernyataan Kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia DSN-MUI.
Baca Juga: Wakaf Saham, Tren Baru di Pasar Modal Syariah Indonesia
Imbalan 6,70% Floating with Floor
SWR007 menawarkan imbalan sebesar 6,70% dengan skema floating with floor yang mengacu pada tingkat BI Rate. Seluruh imbalan tersebut akan disalurkan kepada Nazhir (pengelola wakaf) SWR007 untuk mendukung program sosial bagi masyarakat.
"Melalui instrumen tersebut, pemerintah memfasilitasi pewakaf uang, baik untuk wakaf temporer maupun permanen, agar dapat menempatkan dana wakaf pada instrumen investasi yang aman dan produktif sekaligus memberikan kontribusi bagi berbagai program sosial," tulis DJPPR.
Penyaluran imbalan dilakukan oleh Nazhir yang ditunjuk Lembaga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang LKSPWU dan disetujui Badan Wakaf Indonesia BWI. Nazhir juga wajib menyampaikan laporan kepada BWI, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan investor.
Tenor 2 Tahun, Minimum Rp1 Juta
Masa penawaran SWR007 dibuka pada 4 September 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 21 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB. Instrumen tersebut akan diterbitkan pada 28 Oktober 2026 dengan tenor dua tahun dan jatuh tempo pada 10 Oktober 2028.
Related News
Dirut BRI Finance Lulus Tes OJK, Komaruddin Hidayat dkk Masih Diproses
IHSG Melesat ke 6.667! BMRI Rajai Transaksi, CPIN-JPFA Top Gainer LQ45
Jeda Siang IHSG Rally 1 Persen Lebih ke Level 6.663, Ini Pendorongnya
Harga Avtur Melonjak, Tarif Tiket Pesawat Domestik Terancam
Bursa Pagi Membara 0,56 Persen di 6.632, IHSG Uji Resistance 6.635
Pasar Menggeliat, Bungkus Saham-saham Berikut





