EmitenNews.com - Indofarma (INAF) per 31 Maret 2026 mengemas rugi Rp7,58 miliar. Susut 69,8 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp25,1 miliar. Menyusul hasil itu, rugi per saham menipis menjadi Rp2,45 per helai dari sebelumnya Rp8,10.

Pendapatan bersih Rp53,32 miliar, melonjak 45,05 persen dari periode sama tahun lalu hanya Rp36,76 miliar. Beban pokok penjualan Rp48,57 miliar, bertambah dari edisi sama tahun sebelumnya Rp42,36 miliar. Laba kotor Rp4,74 miliar, melangit 184,64 persen dari posisi sama tahun lalu tekor Rp5,6 miliar.

Beban penjualan Rp353,1 juta, menciut dari Rp3,88 miliar. Beban umum dan administrasi Rp6,55 miliar, menyusut dari Rp12,7 miliar. Kerugian lain-lain Rp1,02 miliar, berkurang signifikan dari Rp3,24 miliar. Rugi usaha terkumpul Rp3,17 miliar, kurang signifikan dari sebelumnya Rp25,43 miliar.

Beban keuangan Rp4,42 miliar dari nihil. Defisiensi modal Rp714,52 miliar, bengkak dari Rp706,94 miliar. Defisit Rp1,44 triliun, bertambah dari Rp1,43 triliun. Total liabilitas Rp1,2 triliun, susut dari akhir 2025 sejumlah Rp1,24 triliun. Jumlah aset Rp489,66 miliar, anjlok dari akhir tahun lalu Rp535,98 miliar. (*)