EmitenNews.com - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) bukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I-2022 adalah senilai Rp 503,55 miliar. Angka itu turun 32,64% dari kuartal I-2021 yang sebesar Rp 747,62 miliar.

 

Dalam laporan keuangannya, AirAsia Indonesia membukukan pendapatan usaha Rp 276,71 miliar pada kuartal I-2022, naik 23,7% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 223,71 miliar.

 

Perseroan juga mencatatkan beban usaha neto sebesar Rp 718,89 pada tiga bulan pertama 2022, turun 20,9% dari kuartal I-2021 yang senilai Rp 908,79 miliar.

 

Meski demikian, tercatat beban bahan bakar pada kuartal I-2022 mencapai Rp 170,21 miliar, atau melonjak hampir 30% dari kuartal I-2021 yang sebesar Rp 130,95 miliar.

 

CMPP juga masih membukukan rugi usaha senilai Rp 442,18 miliar di kuartal I-2022. Namun, lebih kecil 35,45% dari kuartal I-2021 yang berjumlah Rp 685,07 miliar.

 

Dari sisi aset, per 31 Maret 2022, AirAsia Indonesia mencatatkan total aset Rp 4,98 triliun. Lebih kecil dari nilai aset per 31 Desember 2021 yang sebesar Rp 5,14 triliun.

 

Kemudian, CMPP membukukan total liabilitas Rp 10,69 triliun per 31 Maret 2022. Angka itu naik dari catatan per 31 Desember 2021 yang berjumlah Rp 10,35 triliun.

 

Tercatat juga, akumulasi rugi CMPP per 31 Maret 2022 adalah Rp 12,09 triliun. Sedangkan, per 31 Desember 2021, nilainya Rp 11,58 triliun.