EmitenNews.com - PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) meraih kenaikan laba neto periode berjalan sepanjang tahun 2025. NANO membukukan laba sebanyak Rp1 miliar pada tahun 2025, meningkat 47,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp676 juta. Kendati demikian, dari sisi pendapatan NANO mencatat penurunan 36,8 persen menjadi Rp72 miliar dari topline tahun sebelumnya sebesar Rp114 miliar.

Catatan laba ini didorong efisiensi yang dilakukan perusahaan di sepanjang 1015. Perseroan berhasil menekan biaya pokok pendapatan sebesar 40 persen dari sebelumnya sebesar Rp90 miliar, menjadi Rp54 miliar di tahun 2025.

Efisiensi lainnya terlihat dari penurunan beban usaha, yaitu pos beban penjualan turun menjadi Rp2,3 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp3,9 miliar. Demikian pula, beban umum dan administrasi ditekan menjadi Rp12,4 miliar pada 2025 dari tahun sebelumnya sebesar Rp18.4 miliar.

Neraca sedikit membaik

Sementara dari sisi neraca, NANO membukukan total aset sebesar Rp208 miliar, sedikit turun 0,48 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp209 miliar.

Liabilitas tercatat sebesar Rp36 miliar pada tahun 2025, turun 10 persen dari tahun 2024 sebesar Rp40 miliar. Sedangkan dari sisi ekuitas, tercatat kenaikan 1,72 persen menjadi Rp172 miliar dari sebelumnya sebesar Rp169 miliar.

Sebagai informasi, PT Nanotech Indonesia Global (NANO) adalah Tech Company yang memiliki core business berupa jasa layanan sains dan teknologi berbasis research and development (R&D), rekayasa material, dan nanoteknologi.

Didirikan pada tahun 2019, NANO memiliki 5 lini bisnis utama yang bergerak di bidang material, kesehatan, akuakultur, inspeksi, properti, dan pendidikan. Di samping itu, NANO memiliki misi untuk menjadi pionir dalam menyelesaikan berbagai masalah di industri dan UMKM di Indonesia dengan pendekatan sains dan teknologi terapan.

Adapun pada perdagangan sesi I, Rabu (15/4/2026) saham NANO ditutup di level Rp35,00.