Pengguna Paylater Meningkat, Sebelum Pakai Perhatikan Ini
:
0
Ilustrasi pengguna paylater. Dok. Bisnis.
EmitenNews.com - Bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) makin mendapat tempat di Tanah Air. PEFINDO Biro Kredit (IdScore) mencatat paylater tumbuh tiga kali lipat, jauh lebih tinggi dibanding kartu kredit. Per Oktober 2024, fasilitas Kredit BNPL sudah mencapai 48,4 juta, sedangkan kartu kredit hanya sebesar 13,9 juta.
Dalam Media Gathering, di Jakarta, Kamis (16/1/2025), Direktur Utama IdScore Tan Glant Saputrahadi mengatakan, pertumbuhan ini disebabkan karena fleksibilitas dan kenyamanan yang ditawarkan oleh PayLater. Selain itu, faktor promosi dan kemudahan pengajuan juga menjadi pendorong penetrasi paylater makin mendapat tempat.
"Selain itu, UI/UX yang relevan dengan kalangan muda dan fasilitas paylater yang terintegrasi dengan online merchant atau eCommerce juga menjadi faktor pendorong masifnya paylater ini," ungkap Tan Glant Saputrahadi.
Perilaku konsumtif masyarakat makin tinggi
Bisa dibilang masifnya pengguna PayLater mengindikasikan bahwa perilaku konsumtif masyarakat masih tinggi. Per November 2024, pertumbuhan fasilitas BNPL tercatat sebesar 24,53% secara tahunan (year-on-year), dengan total nilai portofolio kredit mencapai Rp35,14 triliun.
Ke depan, pertumbuhan BNPL diproyeksikan akan mencapai 30% pada Desember 2025, sejalan dengan prediksi pertumbuhan portofolio kredit nasional yang juga diperkirakan mencapai dua digit.
Untuk diketahui, paylater adalah layanan keuangan yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa tanpa membayar secara langsung saat transaksi. Dengan paylater, pengguna bisa menunda pembayaran dan membayarnya di kemudian hari.
Satu hal, paylater sering diintegrasikan dengan aplikasi pembayaran atau platform e-commerce.
Penting dicatat, sebelum menggunakan paylater, harap mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, batasi nilai pinjaman sesuai kemampuan membayar.
Kemudian, Pahami kontrak perjanjian, Melunasi dana pinjaman tepat waktu untuk menghindari denda, Perhatikan suku bunga/biaya pada fitur paylater, Ketahui denda keterlambatan pengembalian dana pinjaman.
Related News
Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
Selat Hormuz Panas, Minyak Dunia Tertahan di USD86
Buyback Obligasi Melonjak, Sinyal Hijau Pasar AS
Utang AS Catat Rekor Baru, Jauh di Atas Total Utang Negara ASEAN
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) Jelaskan Dugaan Transfer Pricing
Bakal Pimpin Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Ini Profil Sarjito





