Pentolan CYBR Bolak-balik Transaksi Saham di Tengah Harga Turun
:
0
Manajemen CYBR ketika mencatakan sahamnya di BEI didampingi Direktur BEI.
EmitenNews.com - PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) menyampaikan bahwa dua Direkturnya Eko Prasudi Widianto dan Doni Mora telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 September dan 23 September 2024.
Doni Mora Direktur CYBR dalam keterangan tertulisnya Selasa (24/9) menyampaikan bahwa Eko Prasudi Widianto telah menjual total sebanyak 281.000 lembar saham CYBR di harga Rp372-Rp376 per saham.
Sebelumnya, Eko Prasudi Widianto juga pernah menjual sebanyak 1.265.400 lembar saham CYBR di harga Rp314-Rp334 per saham pada tanggal 3 September 2024.
Sedangkan Doni Mora telah memjual total sebanyak 657.900 lembar saham CYBR di harga Rp370-Rp380 per saham.
"Tujuan transaksi ke dua Direksi ini adalah untuk Investasi lainnya dengan kepemilikan saham langsung,"tutur Doni.
Pasca penjualan maka kepemilikan saham Eko Prasudi Widianto di CYBR berkurang menjadi 19,20 juta lembar saham setara dengan 0,298% dibandingkan sebelumnya sebanyak 19,48 juta lembar saham setara dengan 0,302%.
Sedangkan kepemilikan saham Doni Mora di CYBR berkurang menjadi 3,84 juta lembar saham setara dengan 0,060% dibandingkan sebelumnya sebanyak 4,5 juta lembar saham setara dengan 0,070%.
Sebelumnya PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) menyampaikan bahwa Patrick Rudolf Dannacher selaku Komisaris utama telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 19 September 2024.
Patrick Rudolf Dannacher warga negara Swiss telah membeli total sebanyak 346.400 lembar saham CYBR di harga Rp350-Rp356 per saham.
Sebelumnya lagi, Patrick Rudolf Dannacher membeli sebanyak 3.037.900 lembar saham CYBR di harga Rp312-Rp332 per saham pada tanggal 3 September 2024.
Related News
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi





