Penuhi Sebagian Target Pembiayaan APBN 2024, Pemerintah akan Lelang SBSN 5 Februari
:
0
Pemerintah akan lelang SBSN pada 5 Februari 2024. dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Senin (5/2/2024). Sedikitnya ada 7 seri Sukuk Negara yang akan dilelang dengan target indikatif Rp12 triliun, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.
Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.
Siaran pers Direktorat Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan, Selasa (30/1/2024) menyebutkan bahwa ada 7 seri yang akan dilelang dengan target indikatif Rp12 triliun dan tanggal setelment pada 7 Februari 2024.
- SPNS 05082024 (new issuance) tanggal jatuh tempo pada 5 Agustus 2024
- SPNS 03112024 (new issuance) tanggal jatuh tempo 3 November 2024
- PBS032 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2026
- PBS030 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2028
- PBS004 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Februari 2037
- PBS039 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2041
- PBS038 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Desember 2049
Alokasi Pembelian Non-kompetitif untuk seri SPNS 05082024 dan seri SPNS 03112024 75% dari jumlah yang dimenangkan sedangkan seri yang lain 30% dari jumlah yang dimenangkan.
Peserta lelang dengan Dealer Utam PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Permata, Tbk, PT. Bank Panin, Tbk, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT. Bank CIMB Niaga Tbk.
Related News
WNI Tak Wajib Beli Merah Putih Bond, Yang Benar Menkeu Siapkan Ini
Ini Panduan Memilih Broker Forex Terbaik 2026 Bagi Pemula
Fitch Revisi Prospek Maskapai Penerbangan dari 'Stabil' ke 'Memburuk'
Meningkatnya Risiko di Timur Tengah Juga Seret Won ke 1.530 per USD
Negara-Negara OECD Ingatkan Bahaya Umbar Subsidi Tanpa Jalan Keluar
1,25 Juta Wisman Kunjungi Indonesia pada April, Terbesar dari Malaysia





