Penyaluran Lebih Cepat, Pupuk Indonesia Uji Coba Fitur Baru i-Pubers
:
0
Ilustrasi Pupuk Indonesia. Dok. Pupuk Indonesia.
EmitenNews.com - Kabupaten Madiun, Jawa Timur menjadi lokasi pertama uji coba (pilot project) fitur baru i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi), aplikasi penyaluran pupuk bersubsidi yang dikembangkan oleh Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian. Fitur baru i-Pubers tersebut dapat membantu kios pengecer untuk memesan pupuk bersubsidi langsung ke produsen atau distributor. Jadi, menjamin lebih cepat, efisien dan terintegrasi.
“Uji coba pengembangan sistem penyaluran pupuk bersubsidi pada aplikasi i-Pubers akan dilaksanakan di lima wilayah. Yang pertama kali dilakukan adalah di Kabupaten Madiun,” kata Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia Saroyo Utomo dalam acara Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi, dikutip di Jakarta, Ahad (11/5/2025).
Empat lokasi uji coba lainnya adalah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung; Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah; Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta; dan Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Fitur baru i-Pubers tersebut dapat membantu kios pengecer untuk melakukan pemesanan pupuk bersubsidi langsung ke produsen atau distributor. Dengan begitu, akan membantu petani. Karena, penyaluran pupuk lebih cepat, efisien dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan akuntabilitas.
“Dalam mendukung kelancaran distribusi, pemerintah mendorong pembangunan sistem informasi pupuk bersubsidi yang terintegrasi, serta digunakan untuk pendataan, alokasi, penyaluran, penagihan, hingga evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Saroyo Utomo.
Terkait Program Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam penyaluran pupuk bersubsidi serta mempercepat penyerapan pupuk bersubsidi di tingkat petani.
Program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan penyerapan pupuk bersubsidi, memastikan kemudahan penebusan, serta menjaga agar harga pupuk sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan sesuai ketentuan Petunjuk Teknis Kementerian Pertanian.
“Ini bentuk komitmen bersama antara pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersama Pupuk Indonesia untuk mewujudkan penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, efektif, dan tentu saja berkelanjutan,” ucap Saroyo Utomo.
Data yang ada menunjukkan, hingga 7 Mei 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan total 590.351 ton pupuk bersubsidi di Jawa Timur. Itu berarti setara 31 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut pada tahun ini. Tingkat penyaluran tersebut lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang tercatat sebesar 26 persen.
Pupuk bersubsidi yang telah disalurkan di Jawa Timur terdiri atas pupuk urea sebanyak 285.401 ton, pupuk NPK 252.543 ton, pupuk NPK formula khusus 33 ton, serta pupuk organik 52.373 ton.
Related News
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun
Yuan Hari Ini Melemah 24 Poin Ke 6,8674 Per Dolar AS
Rupiah Masih Berfluktuasi, Ini Intervensi Yang Disiapkan BI
Realisasi Investasi Triwulan I Di Atas Target, Tumbuh 7,22 Persen





