EmitenNews.com - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengungkapkan nilai perdagangan Indonesia dengan Kanada pada periode Januari—Maret 2022 tercatat sebesar USD 942,66 juta. Angka ini meningkat 32,54 persen dibanding volume perdagangan periode yang sama tahun 2021 sebesar USD 711,25 juta.


Terkait dengan itu Indonesia mengajak Kanada untuk semakin mempererat kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN. Terutama, untuk menjamin agar pemulihan ekonomi global pascapandemi Covid-19 dapat dirasakan oleh negara-negara ASEAN dan Kanada.


"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Kanada dan bersama-sama mendorong pemulihan ekonomi kawasan di 70 tahun umur hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kanada," kata Mendag dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional (Minister of Small Business, Export Promotion and International Trade) Kanada Mary Ng, Sabtu (21/5).


Pertemuan bilateral tersebut diadakan di sela-sela Pertemuan Menteri-Menteri Perdagangan APEC (APEC MRT) di Bangkok, Thailand pada 21–22 Mei 2022.


Pada 2021, total perdagangan Indonesia dengan Kanada tercatat sebesar USD 3,1 miliar. Produk ekspor unggulan Indonesia ke Kanada adalah karet alam, seragam olahraga, suku cadang motor, ban pneumatik, dan alas kaki. Sementara itu, produk impor unggulan Indonesia dari Kanada adalah gandum, pupuk, pulp kayu, kedelai, dan bijih besi.

“Kami berharap Indonesia dan ASEAN dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Kanada untuk memastikan pemulihan ekonomi yang pesat di kawasan,” tambah Mendag.


Lutfi menyebut ada empat hal yang diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan. Pertama, digitalisasi yang dijalankan karena ekonomi digital berperan sangat penting untuk menjalankan aksi pemulihan dan mengantisipasi adanya kendala-kendala di masa depan.


Kedua, sektor kesehatan yang harus diperkuat sehingga dapat menanggulangi krisis-kiris yang tidak terduga. Ketiga, investasi yang memegang prinsip level playing field bagi negara berkembang maupun negara maju.


Keempat, inklusivitas dan keberlanjutan yang harus diwujudkan agar sustainable development goals dapat segera dicapai dan kesejahteraan bersama tahun 2030 dapat diraih.


Selain membahas pemulihan ekonomi, hal lain yang dibahas dalam pertemuan Mendag Lutfi dengan Menteri Ng adalah perkembangan terkini mengenai Perundingan Persetujuan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Kanada (ICA–CEPA).