Perdana, Fitch Sematkan Rating 'BBB' ke Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Outlook Stabil
:
0
EmitenNews.com -Fitch Ratings telah menetapkan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berbasis di Indonesia sebagai Issuer Default Rating (IDR) Mata Uang Asing Jangka Panjang pertama kali di 'BBB' dengan Outlook Stabil.
IDR didasarkan pada penilaian kami terhadap Standalone Credit Profile (SCP) PHE di 'bbb', yang setara dengan IDR induknya, PT Pertamina (Persero) (Pertamina, BBB/Stabil), kata Fitch Rating dalam keterangannya yang di kutip, Senin (10/7/2023).
SCP didorong oleh profil operasi PHE yang tangguh, didukung oleh posisinya yang berbiaya rendah dan skala yang wajar yang kami perkirakan akan tumbuh secara konsisten, didukung oleh program belanja modalnya, dan profil keuangan yang konservatif untuk tingkat peringkatnya. Faktor-faktor ini sebagian diimbangi oleh penilaian kami terhadap basis cadangan terbukti PHE yang lebih kecil dan umur cadangan terbukti yang sederhana dibandingkan dengan sebagian besar rekan-rekan berperingkat 'BBB' lainnya, dan diversifikasi geografis yang terbatas di luar Indonesia.
IDR PHE akan disamakan dengan 'BBB' Pertamina bahkan jika SCP-nya melemah di bawah 'bbb', yang mencerminkan penilaian kami terhadap insentif legal, strategis, dan operasional induk yang tinggi untuk mendukung anak perusahaan sesuai dengan Kriteria Hubungan Induk dan Anak Perusahaan (PSL) Fitch. Jika SCP PHE membaik di atas 'bbb', IDR-nya akan dibatasi oleh profil kredit gabungan Pertamina di 'BBB', karena kami menilai baik ring-fencing legal maupun akses dan kontrol Pertamina atas PHE sebagai 'Terbuka' berdasarkan kriteria PSL " jalur anak perusahaan yang lebih kuat.
DRIVER PERINGKAT KUNCI
Pertumbuhan Produksi yang Solid: Kami memperkirakan PHE akan mempertahankan pertumbuhan produksi sebesar 7%-8% (2022: 8%) dalam empat tahun ke depan dengan rencana peningkatan di blok Rokan menjadi 260.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada tahun 2025- 2026 dari 160.000 boepd saat ini. PHE juga berencana untuk meningkatkan produksi sekitar 10% di anak perusahaan utama lainnya, PT Pertamina EP (PEP), pada tahun 2025 dari level tahun 2022, sebagian diimbangi oleh penurunan alami di lapangan tua lainnya, termasuk Mahakam. Produksi PHE naik 8% pada tahun 2022 pada penyertaan setahun penuh pertama Rokan setelah diakuisisi pada Agustus 2021.
Related News
Menperin Buka Rahasia agar Produk IKM Lekas Naik Kelas, Begini Caranya
HUT ke-18, ICSA Soroti Tantangan Etika dan Integritas di Era AI
Sikap Bos Indosaku soal Denda OJK Rp875 Juta karena Ulah Penagih Utang
Lewat Dashboard Haji Bisa Pantau Data Jamaah Hingga Jadwal Penerbangan
Setelah Ekonomi Hijau, Presiden Dorong Ekonomi Biru, Apa Itu?
Indonesia Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis





