EmitenNews.com - LinkAja memperkuat peran strategis sebagai platform pembayaran. Itu ditunjukkan dengan meluncurkan program penukaran poin loyalitas (loyalty point exchange) khusus karyawan BUMN. Peluncuran program penukaran loyalty point melalui platform LinkAja merupakan bukti transformasi digital pada lingkup BUMN.

Peluncuran program inisiatif unggulan LinkAja pada 2024 itu, berlangsung di Kantor kementerian BUMN, Jakarta pada Selasa (6/2) disaksikan langsung pimpinan Kementerian BUMN, dan pimpinan BUMN. Sejak mengudara pada 2019 lalu, Kementerian BUMN mengharapkan kehadiran LinkAja menjadi aplikasi keuangan digital dengan memberi akses layanan keuangan.

Itu sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan dalam Program Gerakan Nasional Non Tunai, dan akselerasi sinergi dalam ruang lingkup BUMN. “Ini awal baik dalam membangun ekosistem baru (distributor dan retailer consumer). Dan program loyalty point exchange in menjadi program membuat LinkAja berbeda dengan pemain lain di digital fintech technology,” tegas Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dikutip Jumat (9/2).

Pria akrab disapa Tiko itu, menyampaikan pentingnya bisnis model jelas, dan ekosistem kuat. Dengan begitu,  dapat memberi nilai tambah bagi pengguna, dan menciptakan sustainability bagi perusahaan. Ke depan, platform LinkAja diharap dapat digunakan tidak hanya bagi internal BUMN, namun juga untuk masyarakat luas.

AKHLAK poin merupakan poin loyalitas dalam aplikasi LinkAja khusus karyawan BUMN. Program itu, memungkinkan perusahaan BUMN belum memiliki program loyalitas berkesempatan memiliki program serupa dalam peranan LinkAja sebagai manajemen penyedia program poin loyalitas.

Program penukaran poin loyalitas itu, untuk memperkuat kolaborasi antar BUMN melalui pengembangan aplikasi. LinkAja akan menghubungkan program poin loyalitas milik Perusahaan-Perusahaan BUMN melalui AKHLAK Poin. 

Momentum itu, merupakan kali pertama program loyalitas antar Perusahaan BUMN dilakukan, dan diresmikan Kementerian BUMN. Sejumlah perusahaan BUMN bergabung dalam pengembangan bersama kerja sama pertukaran loyalitas itu, antara lain Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Pertamina Patra Niaga, PT Garuda Indonesia (GIAA).

Lalu, Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank  Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Program penukaran poin loyalitas dirancang menjadi layanan inklusif untuk penukaran poin antara berbagai perusahaan dan industri BUMN. 

“Program ini juga merupakan sinyal baik bahwa kita tidak lagi dalam posisi burning cash dengan memberikan promosi-promosi yang hanya menciptakan traffic tapi tidak menghasilkan revenue. Ini saya rasa juga modal supaya nanti ke depan dengan bisnis model baru, fokus pada ekosistem dan program loyalty, diharapkan LinkAja juga mampu menciptakan revenue base, revenue stream yang mampu meningkatkan arus kas positifnya,” imbuh Tiko.

Nah, guna memperkuat fokus Business to Business to Consumer (B2B2C), inisiatif ini merupakan kelanjutan dari aplikasi LinkAja skin khusus BUMN, digunakan sebagai saluran media komunikasi terpadu bagi karyawan BUMN, dan penyaluran dana insentif ke lebih dari 200 ribu karyawan.