EmitenNews.com - Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) merancang right issue 2,03 miliar lembar. Penerbitan saham anyar itu, setara 27,39 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah right issue. Penawaran saham anyar itu, dibekali dengan nominal Rp100. 

Aksi tersebut akan dipentaskan setelah memperoleh persetujuan dari para investor, dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nah, menggalang izin pelaku pasar, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 9 Maret 2026 mendatang.

Selanjutnya, penambahan modal dari saham portepel tersebut akan memberikan dampak positif untuk memperkuat struktur modal, mendukung kinerja operasional untuk ekspansi, dan diversifikasi sehingga memberikan nilai tambah korporat maupun revenue secara konsolidasi.

Selain itu, right issue akan memberikan perubahan pada kepemilikan pemegang saham, dan adanya pemegang saham baru termasuk adanya dilusi dari para investor yang tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). 

Sebagai akibat dari right issue itu, jumlah saham dikeluarkan perseroan akan menjadi lebih banyak. Dengan demikian, pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami penurunan presentasi kepemilikan (dilusi) sebanyak-banyaknya 18 persen.

Perkiraan secara garis besar penggunaan dana hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk likuiditas umum, belanja modal, dan modal kerja termasuk usaha, dan kegiatan dalam diversifikasi, ekspansi, investasi, dan kegiatan penunjang. (*)