Perkuat Struktur Modal, BBNI Genjot Penerbitan Instrumen Utang AT1
:
0
Menara BNI, Jl. Pejompongan Raya No 8 Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Dok. BNI)
EmitenNews.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) baru sekaligus melakukan pembelian kembali (buyback) AT1 lama sebagai bagian optimalisasi struktur permodalan.
AT1 merupakan instrumen utang yang memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (perpetual non-cumulative subordinated debt).
Rencananya, Bank BNI (BBNI) akan menerbitkan AT1 baru di luar wilayah Indonesia, mengacu pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1933. Hal itu juga mengacu pada POJK 30/2019 yang disebutkan bahwa AT1 Baru akan dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Di saat yang sama, BBNI juga akan melaksanakan tender offer kepada pemegang AT1 yang diterbitkan pada 2021 (existing AT1) untuk membeli kembali instrumen tersebut sebagai bagian dari penguatan struktur modal.
“Langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis,” tulis Corporate Secretary, Okki Rushartomo dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (15/4/2026).
Adapun periode tender offer berlangsung sejak 14 April hingga 22 April 2026, dengan penyelesaian transaksi (settlement) direncanakan pada 24 April 2026.
Kendati demikian, hasil penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan tender offer atas AT1 eksisting tersebut bergantung pada kondisi pasar.
BBNI juga telah melakukan rangkaian investor call pada 14 April 2026 yang menjangkau kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), guna mendukung rencana aksi korporasi tersebut.
“Instrumen tersebut rencananya akan dicatatkan di bursa luar negeri, yakni Singapore Exchange, dan tidak akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia,” kata Okki.
Okki menilai, penerbitan AT1 baru serta pelaksanaan tender offer atas AT1 existing diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan perseroan, sekaligus mendukung pengembangan kegiatan usaha ke depan.
Related News
Ada Investor Baru Pegang 5,24 Persen Saham di Geoprima (GPSO)
PP Presisi (PPRE) Buka Suara soal Rencana Divestasi Saham PT LMA
Emiten Hermanto Tanoko (DEPO) Umumkan Tiga Petinggi Mengundurkan Diri
ITMG: Regulasi Ekspor SDA Satu Pintu Masih Abu-abu, Tunggu PP Final
Emiten Lo Kheng Hong (DILD) Dijual Senyap CGS Singapore Segini Banyak
Jasuindo (JTPE) Siapkan Dividen Rp210,6 Miliar dan Capex Rp100 Miliar





