EmitenNews.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menggelontorkan dana sekitar Rp48,23 miliar untuk mempercepat eksplorasi nikel di Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) sepanjang triwulan II-2026. Langkah ini dilakukan untuk menambah sumber daya sekaligus memperpanjang umur tambang sebagai penopang rantai pasok bahan baku baterai.

Dalam laporan eksplorasi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen MBMA menyebutkan seluruh kegiatan eksplorasi dipusatkan di Tambang SCM, Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Total biaya eksplorasi tambang SCM mencapai Rp48,23 miliar atau setara sekitar US$2,75 juta," tulis manajemen MBMA dikutip Minggu (12/7/2026).

Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan pengeboran penambahan sumber daya tambang (mine life resources) serta berbagai pengujian pendukung.

Sepanjang April hingga Juni 2026, PT Sulawesi Cahaya Mineral sebagai pelaksana eksplorasi berhasil menyelesaikan 1.171 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 33.750 meter.

Program pengeboran didominasi pengeboran infill guna meningkatkan klasifikasi sumber daya dari kategori tereka menjadi tertunjuk dan terukur. Sebagian lainnya dialokasikan untuk pengeboran eksplorasi guna mencari potensi sumber daya baru.