EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik global. Rupiah tercatat menguat 18 poin ke level Rp17.211 per USD, dari posisi sebelumnya di Rp17.229.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat mencatat penguatan lebih besar hingga 20 poin sebelum akhirnya ditutup stabil di zona hijau.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan penguatan rupiah ini tidak lepas dari sentimen global, terutama terkait perkembangan konflik antara AS dan Iran. Pelaku pasar mulai mempertimbangkan peluang dimulainya kembali pembicaraan damai antara kedua negara, yang berpotensi meredakan gangguan pasokan energi global.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan bertolak ke Islamabad untuk membahas proposal lanjutan negosiasi dengan AS. Di sisi lain, Donald Trump juga disebut telah mengirim utusan khusus untuk membuka jalur diplomasi baru.

Bahkan, Iran dikabarkan telah mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak global. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi menurunkan tekanan terhadap harga energi dan memperbaiki sentimen pasar keuangan global.

"Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti," kata Ibrahim.

Sementara itu, dari sisi domestik, sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh keputusan Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2. Namun, outlook peringkat direvisi dari stabil menjadi negatif.

Pemerintah merespons dengan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan kebijakan fiskal dan moneter, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Pemerintah terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Bersamaan dengan itu, pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan," tambah Ibrahim.

Sedangkan untuk perdagangan hari ini (28/4/2026), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp.17.210-Rp.17.260.