Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO
:
0
Pertamina Hulu Mahakam berhasil menambah produksi minyak hingga 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur.
EmitenNews.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) membuka lembaran tahun 2026 dengan catatan gemilang. Melalui inovasi pada sumur-sumur yang menantang, anak usaha Pertamina Hulu Indonesia ini berhasil menambah produksi minyak hingga 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur.
Pencapaian ini tergolong luar biasa karena angka tersebut melonjak jauh dari perkiraan awal. Dalam rencana kerja (Work Program & Budget) 2026, produksi dari dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) tersebut awalnya hanya diprediksi sebesar 400 bph.
Menaklukkan Minyak “Beku” dengan Teknologi
Mengelola sumur HPPO bukan perkara mudah. Minyak jenis ini memiliki karakteristik unik, yakni titik tuang (pour point) yang tinggi.
Jika suhu pipa berada di bawah 25 derajat celcius, minyak tersebut berisiko membeku atau menjadi padat, yang otomatis akan menyumbat aliran pipa produksi.
Untuk mengatasi kendala teknis ini, PHM menerapkan chemical treatment khusus berupa Pour Point Depressant (PPD).
“Teknologi ini mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat celcius, sehingga aliran tetap lancar,” jelas Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni.
Robert menambahkan bahwa Blok Mahakam kini dikategorikan sebagai lapangan yang sudah matang (mature field). Namun, kompleksitas tersebut justru menjadi pemacu inovasi.
“Hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kami untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur challenging dapat diproduksikan secara optimal,” tegasnya.
Keberhasilan ini membawa dampak positif bagi performa perusahaan secara keseluruhan:
Total Produksi HPPO: Kini mencapai 3.000 bph, termasuk kontribusi dari Lapangan Tambora.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





