Wait and See, Gulung Saham PTBA, CPIN, JPFA, dan ULTJ
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah. Penguatan harga minyak mentah berlanjut menjadi sentimen negatif. Konflik Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir menimbulkan kekhawatiran akan potensi stagflasi.
Harga minyak Brent ditutup di atas level USD100 per barel selama dua hari beruntun, dan harga minyak WTI menguat di atas level USD98 per barel. Sedang harga emas melemah akibat penguatan dolar AS (USD), kekhawatiran akan inflasi, dan ekspektasi penurunan suku bunga memudar.
Perkembangan perang Timur Tengah, dampak terhadap pasar energi masih akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa global, dan berperan terhadap serangkaian keputusan kebijakan moneter dari para bank sentral. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.
Investor global juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru The Fed. Investor akan mencari panduan bagaimana Fed memandang risiko inflasi di tengah konflik AS-Iran, implikasi terhadap kebijakan moneter masa mendatang. Pemodal domestik menanti kebijakan pemerintah menghadapi kenaikan harga minyak mentah.
Presiden Prabowo menyatakan lebih cenderung melakukan penghematan, dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN. Prabowo menekankan pemerintah menghadapi masalah kebocoran, dan inefisiensi anggaran, sehingga masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan BI rate 4,75 persen. Menjelang libur panjang, investor cenderung bersikap wait and see. Secara teknikal, indeks berpotensi menguji level psikologis 7.000. Phintraco Sekuritas menjagokan saham PTBA, JPFA, CPIN, ULTJ, LSIP, dan ADMR. (*)
Related News
Mengekor Wall Street, IHSG Loyo
Tertekan, IHSG Menuju 7.071
BSN Sabet The Leading Sharia Economic Empowerment 2026
Investor Makin Selektif, Due Diligence Jadi Kunci Transaksi M&A
Investor Tetap Perlu Hati-Hati Prediksi Harga Kripto Pakai AI
Kemenhub Buka Peluang Investasi Kawasan Penunjang Pelabuhan Patimban





