Piala Dunia U-17 2023: Di Solo Prancis Takluk dalam Adu Penalti, Jerman Juara
:
0
Timnas Jerman U-17 juara Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. [Adek BERRY / AFP].
Prancis unggul 2-0 dalam adu penalti usai Ismail Bouneb mengecoh Konstantain Heide. Tetapi, Ramsak Robert memperkecil kedudukan Jerman jadi 1-2.
Nhoa Sangui gagal menambah keunggulan Prancis. Tendangan kaki kiri Sangui ke sisi kanan gawang terlalu melebar meskipun berhasil mengecoh kiper Heide. Prancis tetap unggul 2-1.
Penuh semangat Jerman menyamakan kedudukan jadi 2-2 berkat tendangan Max Moerstedt. Prancis dua kali beruntun gagal cetak gol dalam adu penalti setelah tendangan Bastien Meupiyou ke sisi kanan yang tidak terlalu kencang ditepis Heide.
Tetapi, Jerman dalam posisi unggul karena bisa menambah skor. Situasi itu dimanfaatkan Fayssal Harchaoui dengan tendangan ke sisi kiri yang tidak bisa digagalkan Argney.
Lalu, Joan Tincres menyamakan kedudukan jadi 3-3. Asa Jerman menang bangkit lewat penendang penentu Paris Brunner kandas. Tendangan Brunner ke sisi kiri ditepis Argney. Tetapi penyelamatan Argney dicek VAR. Penyelamatan Argney dianggap sah.
Heide kembali membuat penyelamatan setelah tepisan di sisi kanan menggagalkan tendangan Tidiam Gomis. Skor tetap imbang 3-3.
Akhirnya, Almugera Kabar jadi penentu kemenangan Jerman atas Prancis. Argney tidak bisa menggagalkan tendangan Kabar. Jerman U-17 menang 4-3 dalam adu penalti sekaligus keluar sebagai juara Piala Dunia U-17 2023. ***
Susunan Pemain Jerman vs Prancis di Final Piala Dunia U-17 2023:
Jerman U-17 (4-3-3): Konstantin Heide; Finn Jeltsch, Maximilian Hennig, David Odogu, Eric Da Silva Moreira; Fayssal Harchaoui, Noah Darvich, Winners Osawe; Paris Brunner, Max Moerstedt, Bilal Yalcinkaya
Related News
SETARA Institute Rilis Kota Paling Toleran 2025, Salatiga Jawaranya
Honda Menyerah, Cabut dari Pasar Korea Selatan
Ketika Purbaya Ngakak Kena Skak Kepala SKK Migas
Grup Astra Mulai Program IKM Development 2026, Ini Tujuan Strategisnya
Tesla Parah, Janji Fitur Autopilot ke Konsumen 9 Tahun Tak Dipenuhi
Strategi Jepang, Eropa dan AS Merebut Kembali Pasar Mobil China





