EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir sesi I perdagangan Jumat (14/8/2026).

Mengacu data pasar, IHSG ditutup menguat 35,23 poin atau 0,56% ke level 6.336,58. Indeks sempat dibuka melemah dan menyentuh level terendah 6.272,47 sebelum berbalik naik ke level tertinggi 6.340,81.

Reli mulai terlihat pukul 10.36 WIB, bertepatan saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa progres isu ekonomi Republik Indonesia pada pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.

Sorotan Tata Kelola BUMN hingga Pengadilan Ad Hoc

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti keras tata kelola BUMN. Ia bahkan membuka opsi pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut pengurus dan direksi BUMN hingga 30 tahun ke belakang.

"BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik direksi, komisaris, ataupun sumber dana bagi penguasa," tegas Prabowo.

Pemerintah juga akan melakukan perampingan besar. Dari 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya, sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Target hingga akhir 2026 sebanyak 750 BUMN tidak produktif akan ditutup, sehingga jumlah BUMN diarahkan menjadi sekitar 300 perusahaan. Langkah ini diperkirakan menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun per tahun.

Keuntungan BUMN 2025 Tembus Rp326 Triliun

Presiden menyebut kinerja BUMN mengalami perbaikan signifikan. Keuntungan BUMN 2025 mencapai Rp326 triliun, naik 75,3% dari 2024 yang sebesar Rp186 triliun. 

"Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai 326 triliun Rupiah, naik 75,3% persen dari 2024," ujarnya.