Pimpin Timah (TINS), Restu Widiyantoro Ternyata Sudah Pensiun dari TNI
:
0
Dirut PT Timah (TINS) Restu Widiyantoro. dok. Kostrad. Tribunnews.
EmitenNews.com - Restu Widiyantoro yang mendapat amanah sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk. (TINS), sudah pensiun lama dari TNI. Lulusan Akmil 1987 dengan pangkat terakhir Kolonel TNI itu, ditunjuk memimpin anggota holding perusahaan tambang BUMN MIND ID itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jumat (2/5/2025). Pensiunan jenderal bintang satu itu, menggantikan posisi Ahmad Dani Virsal.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (5/5/2025), Kapuspen TNI Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan penunjukan Restu sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk tidak terkait dengan status sebagai anggota militer aktif.
Brigjen Kristomei Sianturi mengemukakan, TNI menghormati hak setiap purnawirawan untuk berkiprah di masyarakat sesuai kapasitas dan kompetensinya.
"Bahwa Bapak Restu Widiyantoro, lulusan Akmil 1987, merupakan purnawirawan TNI. Beliau sudah lama pensiun dari dinas aktif sebagai prajurit TNI. Dengan demikian, yang bersangkutan bukan lagi perwira aktif TNI," kata Kristomei Sianturi, Sabtu (3/5/2025),seperti ditulis CNN Indonesia.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Timah Rendi Kurniawan dalam keterangan tertulisnya mengemukakan, penunjukan Restu Widiyantoro disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jumat (2/5). Ia menggantikan posisi Ahmad Dani Virsal.
"Pergantian pengurus ini hal yang biasa untuk terus mendorong inovasi, efisiensi, dan tata kelola yang baik. Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Komisaris dan Direksi di periode sebelumnya dan semoga kepemimpinan baru akan memperkuat langkah strategis perusahaan ke depan," kata Rendi Kurniawan.
Berikut Susunan Pengurus PT Timah yang baru:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independent: Agus Rohman
Komisaris Independen: Yuslih Ihza Mahendra
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





