Prediksi Indeks Menghijau, Phillip Sekuritas Rekomendasikan Tiga Saham Ini
EmitenNews.com- Tim Riset phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan, IHSG akan bergerak menguat hari ini, Selasa (2/3). Indeks saham di Asia pagi ini Selasa (2/3) di buka naik mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam setelah redanya aksi jual di pasar obligasi membuat investor merasa sedikit merasa tenang dan kembali memburu aset berisiko tinggi.
Faktor pendorong kenaikan indeks pagi ini datang dari optimisme atas pemberian izin pakai untuk vaksin COVID-19 yang di kembangkan oleh Johnson & Johnson, prospek akan segera meluncurnya paket stimulus baru dari Kongres (MPR) AS. Minggu ini Senat (DPD) AS bersiap untuk memperdebatkan RUU paket stimulus senilai USD1.9 triliun yang di serahkan oleh DPR (House of Representatives) akhir pekan lalu.
Dari sisi makroekonomi, data Manufacturing PMI memperlihatkan perbaikan di sejumlah negara maju, termasuk di AS dengan data Manufacturing PMI berada di level tertinggi dalam 3 tahun sehingga kekhawatiran atas lonjakan inflasi masih akan terus menjadi perhatian investor.
Sentimen positif yang mewarnai pasar saham tidak menular ke pasar energi dengan harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1%, tertekan oleh data yang memperlihatkan bahwa Manufacturing PMI di Tiongkok turun ke level terendah dalam 9 bulan akibat gangguan selama musim libur panjang perayaan Tahun Baru Lunar. Selain itu, ada juga kekhawatiran di antara investor bahwa OPEC mungkin akan menaikkan pasokan global menyusul pertemuan OPEC minggu ini.
Untuk hari ini, investor menantikan keputisan suku bunga acuan dari bank sentral Australia (RBA).
Adapun yang menjadi rekomendasi saham secara teknikal untuk phari ini adalah INTP, ASII dan KLBF.
INTP
Short Term Trend: Bearish
Medium Term Trend: Bearish
Spec Buy: 12,900
Target Price 1: 13,500
Target Price 2: 14,000
Stop Loss: 12,200
ASII
Short Term Trend: Bearish
Medium Term Trend: Bearish
Spec Buy: 5,600
Related News
Pendapatan Jasa Marga (JSMR) 2025 Turun Rp1,86 Triliun
Saham Ini Anjlok Parah, Radar Merah BEI Menyala!
Sundul ARA Beruntun, TAMA Kena Suspensi Perdana
Buntuti Induk, RMKO Sodorkan Right Issue 512 Juta Eksemplar
Kerek Performa, ARNA Buyback Rp100 Miliar
LPCK Raup Marketing Sales Rp1,65 Triliun, Segmen Ini Dominan





