Presiden Putuskan Pandemi jadi Endemi, Satgas Ingatkan Covid-19 Masih Ada
:
0
Presiden Putuskan Pandemi jadi Endemi, Satgas Ingatkan Covid-19 Masih Ada. dok. Kbr.id.
EmitenNews.com - Perhatian, virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih ada. Karena itu, meski Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan status Indonesia berubah dari pandemi Covid-19 menjadi Endemi, tetaplah waspada. Karena, tidak serta merta membuat virus Corona hilang. Potensi Covid-19 meledak masih ada.
Dalam konferensi pers seperti disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (22/6/2023), Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan dalam status endemi, Covid-19 masih ada, hanya risiko penularannya yang menurun.
"Endemi menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), adalah suatu kondisi penyakit terjangkit di wilayah terbatas pada populasi tertentu. Dari definisi ini, bukan berarti penyakit Covid-19 hilang dari Indonesia sepenuhnya, tapi menurun risikonya untuk menular," kata Wiku Adisasmito.
Masyarakat diminta untuk tetap menjaga diri agar terhindar dari penularan virus Covid-19. Wiku Adisasmito meminta masyarakat terbiasa menerapkan protokol kesehatan, meski status pandemi Covid-19 sudah dicabut.
"Diharapkan masyarakat tetap menggunakan masker saat kondisi tidak sehat atau berisiko tertular Covid-19, cuci tangan, memantau kesehatan pribadi, segera berobat jika sakit," kata Wiku Adisasmito.
Pencabutan status pandemi menjadi endemi Covid-19 ini tak lepas dari perjuangan bersama semua lapisan masyarakat dan pemerintah selama lebih dari tiga tahun. Wiku Adisasmito menyampaikan rata-rata penambahan kasus positif harian Covid-19 selama Januari-Juni 2023 hanya 533 kasus.
Related News
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat





