Prodia (PRDA) Caplok 30 Persen Saham Perusahaan Bisnis Bioteknologi
Salah satu laboratorium milik Prodia
EmitenNews.com - PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) resmi memulai langkah besar ekspansi bisnisnya ke sektor bioteknologi dengan mengakuisisi 30% saham PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM), perusahaan pionir terapi regeneratif berbasis sel punca (stem cell) di Indonesia.
Dalam aksi korporasi tersebut, Prodia mengambil alih sekitar 69.512 lembar saham ProSTEM sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang lebih personal, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
“Dukungan terhadap terapi sel punca menjadi bukti nyata bahwa Prodia siap menghadirkan solusi pengobatan yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masa kini,” ungkap Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, dalam pernyataan resminya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan visi jangka panjang perseroan untuk memperluas layanan dari sekadar diagnostik menjadi integrator layanan kesehatan yang mengedepankan teknologi tinggi.
Sementara itu, Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menyebut bahwa ProSTEM mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 46% secara tahunan (YoY) pada 2024, mengindikasikan potensi pasar yang kuat dan permintaan tinggi terhadap layanan terapi regeneratif di Indonesia.
Sinergi antara layanan diagnostik Prodia dan pengembangan teknologi sel punca ProSTEM akan memperkuat posisi keduanya sebagai pemain utama di bidang pengobatan regeneratif tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
Didirikan pada tahun 2010, ProSTEM dikenal sebagai pelopor layanan terapi sel punca di Indonesia. Perusahaan ini terus melakukan inovasi, termasuk membangun fasilitas laboratorium produksi terapi sel canggih (ACT-Plab) seluas 3.046 m² pada 2023 yang memenuhi standar cGMP, CPOB BPOM, serta telah mengantongi sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015, AABB, dan FACT-NetCord.
Dengan kemampuan memproses sel punca dari berbagai sumber seperti darah tepi, sumsum tulang, dan darah tali pusat, ProSTEM memiliki daya saing tinggi di bidang terapi regeneratif. Kolaborasi dengan Prodia membuka peluang pengembangan layanan medis yang lebih maju di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan penyakit degeneratif dan kebutuhan akan layanan kesehatan yang bersifat personalized dan presisi.
Related News
Founder COAL Jualan Bertubi-Tubi, Harga Saham Nyungsep ke Rp86!
Emiten Mothercare (BABY) Ungkap Transaksi Material Rp345M, Ada Apa?
Jadi Perseroda, Bank Sumut Dapat Setoran Modal Berupa Gedung
Jaya Ancol Cairkan Kredit dari Danamon Rp100 Miliar
SPBU Esso Resmi Masuk Kantong, TPIA Perluas Cengkeraman Regional!
Grup Emtek (RSGK) Ungkap Pemulihan Suspensi, Mau Kerek Free Float!





