Profit Taking Mengadang IHSG, Buru Saham TBIG, RAJA, dan SCMA
Seorang pekerja tengah menyisir ruang depan Bursa Efek Indonesia dengan latar layar menampilkan pergerkan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal melakoni perdagangan dengan mixed, dan berpotensi melemah. Itu didorong potensi aksi taking profit oleh investor. IHSG akan menyusuri rentang 7.245-7.350.
Secara teknikal, IHSG masih tertahan di atas MA5 namun penguatan mulai terbatas di level resistance. Sementara indicator stochastic mulai berada di level overbought. Oleh karena itu, Tim Riset Reliance Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham berpotensi naik hari ini sebagai berikut.
Yaitu, PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), PT Surya Citra Media (SCMA), PT Pam Mineral (NICL), PT Hartadinata (HRTA), PT Rukun Raharja (RAJA), dan PT RMK Energy (RMKE). Pasar akan mencermati pertumbuhan ekspor-impor China diperkirakan oleh konsensus tumbuh masing-masing 8 persen YoY, dan 2,8 persen YoY pada Juni 2024.
Pagi ini, bursa Asia mengawali perdagangan di zona merah. Saat laporan ini ditulis, indeks Nikkei 225 diperdagangkan melemah 1,62 persen, dan indeks Kospi diperdagangkan terkoreksi 0,90 persen. Lalu, ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) berakhir mixed.
Kondisi itu, menyusul rilis data inflasi AS tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar. Pada Juni 2024 inflasi terkumpul 3 persen YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,3 persen YoY. Sementara secara bulanan terjadi deflasi 0,1 persen MoM. (*)
Related News
IHSG Bangkit! Ditutup Lompat 2,52 Persen ke Level 8.122
Biaya Transaksi Kurang Kompetitif Jadi Hambatan Utama Bursa Kripto RI
SBN Ritel Perdana 2026, Penawaran ORI029 Dibuka hingga 19 Februari
IHSG Rebound ke 8.047 di Sesi I (3/2), 10 dari 11 Sektor Mulai Bangkit
Perkuat Konektivitas Pembayaran Lintas Negara, BI Gabung Proyek Nexus
Wall Street Menyala, IHSG Kembali Koreksi





