Untuk mencapai target sebaran listrik yang bersumber dari EBT, Pemerintah mematok penambahan kapasitan s hingga 23% pada tahun 2025, dan meningkat menjadi 24,8% pada tahun 2030. Salah satu upaya pencapaian bauran energi tersebut adalah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

 

Indonesia memiliki banyak pegunungan dan sungai yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber untuk pembangunan PLTMH. Dengan jumlah sungai yang mencapai lebih dari 4.400 sungai baik sedang maupun besar yang sangat berpotensi untuk menghasilkan energi hijau. Di lain hal EBT yang berasal dari tenaga air memiliki sejumlah keuntungan di antaranya air merupakan pembangkit yang murah dan ramah lingkungan.

 

Besarnya potensi pembangkit energi yang berasal dari air tersebut, merupakan salah satu factor yang mendorong banyak perusahaan swasta bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) karena prospek yang sangat baik. Salah satu Perusahaan swasta tersebut adalah PT Tamaris Hidro. Pendanaan yang kuat merupakan salah satu faktor yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis PLTMH.

Profil Perusahaan PT Tamaris Hydro

Per Januari 2022, PT Tamaris Hydro mengelola 14 Entitas Anak PLTA/PLTM, dengan target kapasitas 141,8 MW, terdiri dari 10 PLTA/PLTM yang telah beroperasi secara komersial dengan total kapasitas 100,8 MW dan 2 proyek tahap Konstruksi dan 2 proyek tahap pengembangan dengan total kapasitas 41 MW.