Proyek MRT Jakarta Tembus Balaraja Dimulai, 7 Pengembang Kakap Ikut
:
0
Ilustrasi Proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 dari Kembangan-Balaraja sepanjang 30 Km dimulai. Bagusnya proyek investor ini ternyata dilirik oleh para perusahaan properti besar di Indonesia. Setidaknya ada tujuh perusahaan kakap ikut bergabung. Dok. TangerangNews.
EmitenNews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersiapkan proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 dari Kembangan-Balaraja sepanjang 30 Km. Bagusnya proyek investor ini ternyata dilirik oleh para perusahaan properti besar di Indonesia. Setidaknya ada tujuh perusahaan kakap ikut bergabung.
Para pengembang itu, menuangkan keterlibatannya dalam penandatanganan nota kesepakatan MRT lintas Timur-Barat Fase 2, yaitu trase untuk Kembangan-Balaraja antara PT MRT dengan pengembang di sekitar lokasi trayek yang akan dikembangkan, disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Para pengembang yang terlibat adalah yaitu PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land).
Lainnya, PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).
Gubernur Pramono mengatakan kolaborasi dengan pengembang swasta diperlukan untuk meringankan pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan kawasan. Selain itu, kerja sama ini akan mempermudah PT MRT dalam mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
"Pengalaman Jakarta mengembangkan MRT Utara-Selatan, bekerja sama dengan beberapa institusi internasional dan juga Kementerian Keuangan, akan kami lakukan yang sama untuk mengembangkan MRT Fase 2 Kembangan-Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan, termasuk studinya," kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).
Studi kelayakan proyek infrastruktur itu, ditargetkan rampung tepat waktu sehingga pembangunan fisik dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Pramono meyakini, pengembangan MRT Lintas Kembangan-Balaraja ini akan memperluas jangkauan transportasi masyarakat hingga ke daerah penyangga serta mengurangi kepadatan lalu lintas.
Konektivitas transportasi massal di Jakarta dan daerah penyangga sangat dibutuhkan mengingat populasi penduduk yang sangat tinggi.
Gubernur Banten. Andra Soni menuturkan, integrasi transportasi massal diperlukan bagi warga Banten yang mayoritas beraktivitas di Jakarta. Ia pun menyambut baik nota kesepahaman yang telah terjalin pada hari ini.
Related News
Komdigi Siapkan Aturan, Keseimbangan Margin Aplikator Jadi Perhatian
Fitch Soroti APBN 2027: Defisit Aman, Risiko Danantara Membayangi
Aturan Turunan Disiapkan Songsong Bursa Mineral 2027
Respon Gempa NTT, Pemerintah Gelontor 6,8 Ribu Ton Beras
Kuasai 63 Persen Pekerja, Gen-Z Jadi Mesin Ekonomi Kreatif
Bidik 6% di 2027, Pemerintah Genjot 6 Mesin Pertumbuhan Baru





