Purbaya Jelaskan Kenapa Tak Pangkas Defisit Yang Membengkak
:
0
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (8/1).(Foto: RRI/ Magdalena Krisnawati)
EmitenNews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan mengapa defisit APBN 2025 melebar bahkan melampaui target. Menurutnya, defisit membengkak karena anggaran digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Anda pasti bertanya kenapa enggak dipotong saja belanjanya, supaya defisitnya kecil. Tapi kita tahu kan, ketika ekonomi sedang mengalami downturn, turun ke bawah, kita harus memberikan stimulus ke perekonomian," ujarnya dalam keterangan pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Kamis (8/1/2026).
Laporan sementara realisasi APBN 2025 menunjukkan, defisit APBN mencapai 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Prosentase itu lebih besar dari perkiraan 2,53 persen dan dari target tahun 2025 di 2,78 persen terhadap PDB.
Secara nominal, defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun, sedangkan targetnya sebesar Rp662 triliun. "Walaupun defisitnya membesar, kita tetap jaga tidak di atas 3 persen," ucapnya.
Tiga persen merupakan batas aman defisit APBN sesuai yang ditetapkan undang-undang APBN 2025. "Ini wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkenambungan tanpa membahayakan APBN," ujar Menkeu lagi.
Jadi, tambah Purbaya, misinya memang untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi. Inilah yang disebut kebijakan counter cyclical, kalau saya buat nol defisit juga bisa, saya potong anggaranya tapi ekonominya morat-marit," kata Menku Purbaya menegaskan.
Ia juga mengatakan, belanja negara tetap adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program prioritas untuk menyejahterakan rakyat. Meski anggaran defisit tapi masyarakat tetap bisa menikmati ekspansi ekonomi tahun 2025 kemarin.
Untuk tahun 2026, Menkeu Purbaya yakin fondasi ekonomi Indonesia semakin membaik, dan momentum pertumbuhan ekonomi juga semakin kuat. "Harusnya sih dengan kondisi seperti itu, defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah," ucapnya.
Dampak pertumbuhan ekonomi tahun ini menurut Menkeu, juga akan lebih besar dibanding tahun 2024. "Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4 persen, dan kita berupaya agar pertumbuhany lebih tinggi lagi," kata Menkeu menutup pernyataannya.(*)
Related News
Kinerja Menggembirakan, Laba Maybank (BNII) Meningkat 21,2 Persen
Indef Nilai Margin Bunga Bersih Bank Turun Perkuat Akses KPR Subsidi
Pemerintah Miliki Utang ke Pupuk Indonesia, Naik Jadi Rp21 Triliun
Harga Pertamax Resmi Turun, Tapi Minimalis, Cek Daftarnya Terbarunya
Calon Gubernur BI Masih Digodok, Begini Syarat Wajib dari Prabowo
Soal Putusan The Fed, Indodax Nilai Respon Pasar Kripto Relatif Stabil





