Emiten terakhir listing pada 8 November 2022, yaitu Famon Awal Bros Sedaya, pengelola rumah sakit Primaya Hospital dengan harga pelaksanaan Rp900 per lembar. Dengan skema harga itu, emiten medis besutan Sandiaga Uno itu, akan meraup dana taktis Rp272 miliar.

 

Famon Awal Bros melepas 302.222.300 lembar dengan nominal Rp10 per helai atau 2,28 persen dari modal ditempatkan dan disetor  setelah pelaksanaan IPO. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Indo Premier Sekuritas.

 

Selain enam emiten itu, pekan ini empat perusahaan ikutan listing. Yaitu Primaya Plastisindo (PDPP), Bersama Zatta Jaya (ZATA), Ketrosden Triasmitra (KETR), dan Puri Sentul Permai (KDTN). Primaya menawarkan harga Rp200 per saham, dengan melepas 500 juta saham. Primaya akan listing pada Rabu (9/11).

 

PT Ketrosden Triasmitra (KETR) melepas 426, 2 juta  saham baru atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor pada nominal Rp100 per lembar dengan harga penawaran Rp300 per saham. Emiten kabel serat optik itu, akan meraup dana Rp127,860 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Shinhan Sekuritas Indonesia. Ketrosden akan listing pada Kamis, 10 November 2022.

 

Bersama Zatta Jaya (ZATA) atau Elcorps melepas 1,7 miliar saham atau 20,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernominal Rp50 per saham pada harga Rp100 per lembar. Zatta akan meraup dana Rp170 miliar. Zatta akan listing pada Kamis, 10 November 2022. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efeknya adalah UOB Kay Hian Sekuritas.

 

Puri Sentul menawarkan 25 juta saham baru dengan harga penawaran Rp150 per saham. Puri Sentul akan melakukan pencatatan pada Rabu, 9 November 2022. Penjamin emisi efek Victoria Sekuritas Indonesia.