EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan aksi taking profit. Meski begitu, Indeks tetap lebih cenderung untuk menguat. Itu didorong inflow investor asing kuat, dan rilis neraca dagang indonesia akan kembali mengalami surplus.
Sementara sentimen eksternal datang dari China. Di mana, negeri Panda itu, akan merilis industrial production dengan taksiran mengalami ekspansi. Selain itu, melihat potensi bursa regional juga mengalami penguatan.
”Jadi, Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7086, dan resisten 7.145,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (15/8).
Secara teknikal Indeks membentuk gap up berpotensi masih akan mencoba untuk menutup gap. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain EXCL, KKGI, ASLC, MEDC, SMRA, WIKA, SRTG, BTPS, dan ISAT.
Indeks menutup pekan lalu minus 0,43 persen menjadi 7.129. Beberapa sektor pendorong koreksi Indeks antara lain sektor technology tekor 2,09 persen, transportasi dan logistik susut 0,97 persen, dan property dan real estate surplus 1,86 persen. Investor asing membukukan net buy Rp 632 miliar dengan saham paling banyak dibeli BBCA, TLKM, dan ASII,
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street tiga indeks utama kompak menguat. Itu didorong inflasi AS telah mereda, dan diperkirakan telah mencapai puncak. Kondisi itu, membuat The Fed tidak akan kembali hawkish atau menaikkan suku bunga.
Pagi ini, bursa Asia sudah blusukan di zona hijau. Indeks Nikkei 225 surplus 0,72 persen, dan indeks Kospi melambung 0,16 persen. Penguatan bursa Asia itu, didorong rilis data Gross Domestic Product (GDP) Jepang pagi ini mengalami pertumbuhan signifikan. (*)
Related News
MSCI Masih Belum Perbolehkan Emiten Bursa IDX Masuk Indeks Lagi
Sambut 2 IPO Baru di Semester II, IHSG Dibuka Atraktif!
Wall Street Bangkit, Aksi Jual Hantui IHSG
Agresif, Komut CUAN Bungkus 1 Juta Lembar
Pangkas Anggaran MBG, IHSG Sundul 6.000
IHSG Berpeluang Lanjut Rebound





