Realisasi Modal Rp33,7T, Kawasan Rebana Primadona Baru Investasi Jabar
:
0
Kawasan industri Rebana mencatatkan lonjakan realisasi modal hingga 57,67 persen sepanjang tahun 2025 dengan nilai Rp33,67 triliun. Hong Kong memimpin komitmen investasi Rp8,97 triliun.
EmitenNews.com - Motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat makin menyala. Itulah yang ditunjukkan Kawasan Metropolitan Rebana, yang mengukuhkan posisi sebagai primadona baru investasi di Jawa Barat. Kawasan industri ini mencatatkan lonjakan realisasi modal hingga 57,67 persen sepanjang tahun 2025 dengan nilai Rp33,67 triliun. Hong Kong memimpin komitmen investasi Rp8,97 triliun.
Alhasil, Koridor utara Jawa Barat (Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Sumedang) tersebut enjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang berkontribusi sebesar 11,3 persen terhadap total investasi nasional melalui pintu Jawa Barat.
"Rebana adalah kawasan paling strategis. Terintegrasi dengan Tol Cisumdawu, Tol Cipali, akses Pelabuhan Patimban, hingga dukungan Bandara Kertajati. Mudah-mudahan rezekinya banyak yang membangun industri di sana," ujar Gubernur Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Kamis (26/2/2026).
Dedi menilai integrasi infrastruktur kelas dunia di wilayah Rebana, kini menjadi magnet utama bagi para pemodal global untuk menanamkan modalnya.
Ketua Pelaksana Badan Pengelola (BP) Rebana Helmy Yahya mengungkapkan bahwa daya tarik kawasan ini telah memikat investor dari berbagai negara.
Hong Kong memimpin komitmen investasi Rp8,97 triliun, disusul Vietnam (Rp2,96 triliun), Korea Selatan (Rp1,46 triliun), China (Rp1,41 triliun), dan Singapura (Rp1,22 triliun).
“Mohon dukungannya. Karena ini PR berat. Potensi kita luar biasa, tapi pengangguran dan kemiskinan masih tinggi. Semoga proyek Rebana inilah yang bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi," kata Helmy Yahya usai penandatanganan kesepakatan dengan investor asal Zhejiang, China.
Data makro menunjukkan dampak pembangunan di kawasan ini mulai terasa nyata. Pada triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana tercatat mencapai 5,53 persen, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Barat maupun nasional.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada 2030, kawasan ini mampu memicu pertumbuhan ekonomi hingga 7,44 persen dan menciptakan lapangan kerja bagi sedikitnya 1,78 juta jiwa.
Memasuki tahun 2026, Pemprov Jabar akan memfokuskan kebijakan pada akselerasi investasi dan percepatan infrastruktur penunjang guna memastikan Rebana menjadi tumpuan utama lompatan ekonomi Indonesia di masa depan.
Related News
AS Marah Uni Eropa Denda Google Rp18 Triliun
Timur Tengah Mencekam, Harga Minyak Lewati 100 Dolar per Barel
Forum Bisnis RI-China, Pemerintah Buka Peluang Investasi Data Center
Fitch Turunkan Rating Perusahaan Asuransi Anak BUMN Ini Jadi ‘BB+(idn)
RI Surplus Dagang Rp103 Triliun dengan China, Kadin Ungkap Peluang Ini
Pemerintah Lelang SBSN Selasa (28/7), Target Indikatif Rp10 Triliun





