EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mix dengan kecenderungan menguat. Itu menilik potensi bursa regional, inflow investor asing masih deras, dan lonjakan harga batubara.
Kondisi tersebut akan menjadi pendorong utama kekuatan Indeks. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.165, dan resisten 7.220,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Jumat (19/8).
Secara teknikal Indeks kembali menjauh dari support dan akan kembali menguji resistance area 7.220. Beberapa saham berpotensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain BSDE, PTPP, ASRI, SRTG, BBCA, HEAL, DGIK, GOTO, PNLF, ADRO, dan TLKM.
Indeks menyudahi perdagangan kemarin menguat 0,74 persen menjadi 7.186. Beberapa sektor pendorong penguatan Indeks antara lain sektor energy surplus 1,21 persen, industrials naik 1,15 persen, dan consumer non-cyclicals menanjak 0,96 persen. Investor asing membukukan net buy Rp818.33 milliar. Saham paling banyak dibeli investor asing BBCA, BMRI, dan ASII.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street meayoritas menguat. Sall street masih merespons Forum Open Market Committee (FOMC) dengan pendapat The Fed lebih aggressive. Pagi ini, bursa Asia bergerak mix. Indeks Nikkei 225 naik 0,38 persen, dan Indeks Kospi minus 0,38 persen. (*)
Related News
Lindungi Masa Depan, Allianz Life Indonesia Sodorkan ini
BUMA Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School
Tutup Perdagangan Oktober IHSG Turun ke 5.057, Market Cap Rp8.862 T
Pandu Sjahrir-Supra Sekuritas (SS) dan Paramita Bangun Sarana (PBSA)
Sesi I Tertekan, IHSG Terjun 1,29 Persen ke 5.032
Hana Bank Dorong Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global





