EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak mix cenderung melemah. Itu menilik potensi bursa regional juga akan melemah terbatas. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dengan prediksi tetap menahan akan monolong Indeks.
”Jelang rapat dewan Gubernur (RDG) BI, kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.145, dan resisten 7.200,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (22/8).
Secara teknikal Indeks gagal bertahan di atas resistance 7.220. Namun, masih di atas MA5. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain HEAL, TLKM, MDKA, KEEN, TAPG, ISAT, dan PGAS.
Akhir pekan lalu, Indeks minus 0,20 persen menjadi 7.172. Beberapa sektor pendorong koreksi Indeks di antaranya sektor property dan real estate turun 0,65 persen, sektor industrials turun 0,63 persen, dan sektor transportasi dan logistic susut 0,56 persen. Investor asing membukukan net buy Rp716,80 milliar dengan saham-saham paling banyak dibeli pemodal mancanegara TLKM, BBCA, dan ASII.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street meyoritas memerah. Itu didorong kekhawatiran pelaku pasar atas pengetatan kembali bank sentral, dan ketekutan pelemahan ekonomi meksi inflasi AS berhasil di tekan. Pelaku pasar juga akan menunggu pertemuan bank sentral Eropa.
Mengawali perdagangan pekan ini, bursa Asia sudah menyusur zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 1,09 persen, dan indeks Kospi menukik 1,12 persen. (*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





