EmitenNews.com - Resmi berstatus BUMN, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) berambisi naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV. Langkah tersebut dinilai perlu, dan penting agar seimbang dengan bank-bank pelat merah lainnya.

"Setelah naik kelas menjadi BUMN, berikutnya kita akan masuk lagi fase berikutnya, harus masuk KBMI 4. Maka kita betul-betul punya muscles yang sama, otot yang sama dengan para bank senior-senior kita," ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo saat pidato di acara Milad ke-5 BSI, BSI Tower, Senin (2/2/2026).

Target menjadi bank kategori modal inti di atas Rp70 triliun itu tidak hanya merupakan aspirasi BSI, tetapi juga dari para pemegang saham. Anggoro mengatakan perencanaan ini bersifat jangka menengah alias mid term.

"Pemegang saham juga berharap untuk BSI setelah sekarang jadi persero, tentu step berikutnya agar bisa punya footprint yang kuat, tentu harus punya juga kekuatan yang sama dengan lainnya. Tentu ini perencanaan yang sifatnya mid-term ya, bukan short-term," jelasnya.

Anggoro mengatakan pihaknya akan memulai persiapan untuk menjadi KBMI IV setidaknya tahun ini dan tahun depan. "Kami mulai persiapkan paling tidak mulai tahun ini dan tahun depan. Tapi itu menjadi satu goals yang mulai kita set dari sekarang." 

Selain itu, Anggoro membidik BSI masuk top 5 global Islamic Bank pada tahun 2030 nanti.

Pada ulang tahun kelima ini, BSI ingin memposisikan dirinya sebagai bank emas. Sebab, selain menjadi bank syariah, BSI menjadi bullion bank pertama. BSI adalah bank emas pertama di Indonesia. 

“Kami ingin memastikan bisnis di bangsa Indonesia punya dua engine. Engine pertama adalah perbankan syariah, yang kedua adalah bullion bank. Tujuannya cuma satu, agar masyarakat bisa merasakan layanan bank syariah secara lengkap," tutur Anggoro.

BSI resmi menyandang status persero pada 23 Januari 2026, usai mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar perubahan perusahaan yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2025.

"Bank Syariah Indonesia resmi menggunakan nama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., yang artinya Bank Syariah Indonesia saat ini adalah BUMN, sebagaimana Bank-Bank Himbara yang lainnya," tegas Anggoro Eko Cahyo. ***