Walau beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 44,2 persen menjadi USD198,25 juta. Tapi SRIL tetap mengalami rugi kotor sedalam USD31,351 juta.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2023 tanpa audit SRIL yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/8/2023).

 

Sementara itu, total kewajiban bertambah 1,3 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi USD1,566 miliar pada akhir Juni 2023.