Saat Tren #KaburAjaDulu Melanda Pasar Saham
:
0
ilustrasi kabur aja dulu. DOK/BenarNews
EmitenNews.com -Tren #KaburAjaDulu sedang viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Beberapa pejabat publik bahkan sampai merasa perlu memberikan komentar terkait hal tersebut.
Ungkapan #KaburAjaDulu sebenarnya bisa dimaknai sebagai protes kekecewaan sekaligus keresahan yang sedang dialami khususnya generasi muda kita melihat kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini.
Masih ditambah lagi dengan fakta kian mahalnya biaya pendidikan di satu sisi, sementara di sisi lain lapangan pekerjaan juga kian sulit. Tak pelak lagi, itu semua hanya memunculkan rasa pesimis.
Tren #KaburAjaDulu juga bisa dimaknai bahwa generasi muda kelihatannya melihat kemungkinan lebih ada peluang dan secercah harapan di negara lain sehingga sedang mempertimbangkan untuk segera “pergi” sejenak untuk meraih sesuatu hal yang lebih baik.
Mungkin mereka berpikir baru akan kembali lagi saat sudah berhasil atau kondisi disini sudah lebih baik. Tren yang viral ini memang menjadi sesuatu hal yang baru, apalagi terus ramai digemakan oleh generasi muda saat ini.
Pasar saham
Sementara di pasar saham, tren #KaburAjaDulu jelas-jelas bukanlah sesuatu hal yang baru sama sekali. Ini bahkan bisa dikatakan sudah terjadi berkali-kali dan berulang-ulang.
Saat pasar saham sedang dilanda kekhawatiran dan ketakutan alias fear yang luar biasa, mungkin akibat situasi terkini yang sedang terjadi atau berita-berita negatif yang datang beruntun, maka kebanyakan investor saham biasanya akan memutuskan untuk “melarikan diri” dengan cara menjual saham-saham yang dimilikinya.
Apalagi saat muncul berita, investor-investor asing sedang menjual sahamnya, maka itu semakin menguatkan tekad untuk berlomba kabur dari pasar saham. Inilah yang membuat IHSG dan harga saham-saham bisa mengalami penurunan yang signifikan dalam tempo singkat.
Penurunan harga saham yang terjadi belakangan ini juga dipicu hal serupa. Banyak media memberitakan betapa besarnya aliran dana investasi asing yang keluar dari pasar saham kita. Sontak ini langsung membuat banyak investor ikut panik.
Related News
Rupiah & IHSG Tertekan: Saatnya Pemerintah Proaktif, Bukan Reaktif!
Investor Ritel di Persimpangan: Bertahan, Akumulasi, atau Keluar?
Membentuk Bank UMKM? Inilah Faktor yang Patut Dipertimbangkan!
TLKM Boncos di GOTO, Kini Danantara Masuk: Negara Tak Ambil Pelajaran?
Anatomi dan Skenario Pelemahan Rupiah
Pro-Kontra Pajak Mobil Listrik: Netralitas vs Agenda Dekarbonisasi





