Saham Melonjak 444 Persen, Adaro Minerals (ADMR) Sebut Mekanisme Pasar
:
0
EmitenNews.com - Manajemen PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui terjadinya perubahan/pergerakan transaksi saham yang terjadi di Pasar atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal itu dikatakan oleh Direktur dan Sekretaris Perusahaan ADMR, Heri Gunawan menanggapi surat Bursa Efek Indonesia Nomor Peng-UMA-00005/BEI.WAS/01-2022 tanggal 10 Januari 2022 perihal Pengumuman Unusual Market Activity PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.
Heri mengatakan, hingga saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan. Selain itu, Perseroan tidak mengetahui terjadinya perubahan/pergerakan transaksi saham yang terjadi di pasar, karena hal itu murni merupakan mekanisme pasar.
"Perseroan sebagai pelaku usaha fokus untuk menjalankan kegiatan usaha. Dapat kami tambahkan bahwa tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material yang dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum diungkapkan ke publik,"tegasnya.
Saham ADMR terus mengalami lonjakan harga sejak pertama kali dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Senin 3 Januari 2022. Pada perdagangan tanggal itu masih di level Rp135 per saham dan pada perdagangan kemarin ditutup pada harga Rp590 per saham.
Adapun pada hari ini saham ADMR masih naik hingga ARA atau 154 poin setara 24,58 persen ke level 735 per saham dengan volume sebanyak 211,11 juta, nilai transaksi mencapai Rp151,40 miliar dan frekuensi 15.482 kali hingga pukul 09:49 WIB.
Sehingga jika di hitung secara keseluruhan maka lonjakan harga itu sedang mencapai 444,44 persen sejak pertama kali listing di Bursa.
Related News
DILD Pangkas Utang Rp1T, Fokus Perkuat Neraca Ketimbang Bagi Dividen
SCCO Sepakati Tebar Dividen Rp82,23 Miliar, Imbal Hasil 4,55 Persen
DSSA Puasa Dividen, Mantan Petinggi Grup Lippo Kini Ditarik Sinar Mas!
Raup Laba USD230 Juta, DSSA Putuskan Absen Bagi Dividen
Laba Q1-2026 Melesat, CBUT Genjot Hilirisasi Sawit
SDPC Pertahankan Sertifikasi Internasional ISO, Perkuat Standar Bisnis





