EmitenNews.com - Pergerakan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang cukup volatil dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menanggapi hal tersebut, manajemen ITMG memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perseroan maupun keputusan investasi para pemodal.

Dalam surat klarifikasi kepada BEI tertanggal 11 Maret 2026, Sekretaris Perusahaan ITMG, Monika Ida Krisnamurti, menyampaikan bahwa perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memicu pergerakan saham di pasar.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Monika menegaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi baru.

Saat ini, perseroan masih fokus menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah diumumkan kepada publik pada 18 September 2025 dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 3 November 2025.

Program buyback tersebut telah dimulai sejak 4 November 2025 dan akan berlangsung selama 12 bulan hingga 4 November 2026.

Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp2,49 triliun untuk pelaksanaan buyback tersebut yang berasal dari kas internal perusahaan.

Di pasar, saham ITMG pada perdagangan Jumat siang tercatat turun 100 poin ke level Rp27.625 per saham.

Meski demikian, kinerja saham emiten tambang batu bara ini masih mencatatkan penguatan signifikan. Dalam sebulan terakhir, saham ITMG naik sekitar 24,44%, sementara secara year to date telah menguat 26,29%.

Adapun pemegang saham pengendali perseroan adalah Banpu Minerals (Singapore) Pte Ltd dengan kepemilikan 65,14%, yang merupakan anak usaha dari Banpu Public Company Limited yang berbasis di Bangkok, Thailand.

Sementara itu, kepemilikan saham publik atau free float tercatat sebesar 33,41% dari total 1,129 miliar saham yang tercatat.

Jumlah investor ITMG juga terus bertambah. Sepanjang Februari 2026 terdapat tambahan 312 investor, sehingga total pemegang saham perseroan mencapai 55.527 pihak.