EmitenNews.com - Saham perdana PT Winner Nusantara Jaya (WINR) langsung auto rejection atas (ARA). Itu setelah menguat 35 poin menjadi Rp135 per saham. Melangit 35 persen dari posisi awal Rp100 per saham.


Saham Winner Nusantara ditransaksikan sebanyak 3 juta lot senilai Rp41,76 miliar. Saham pemilik kapitalisasi pasar Rp706,75 miliar, sempat menyentuh level terendah di kisaran Rp120 per saham, dengan rata-rata Rp134 per lembar.  


Winner Nusantara merupakan perusahaan bergerak sektor properti, dan real estate. Perseroan menjadi perusahaan tercatat ke-18 melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) tahun ini.


Winner Nusantara menerbitkan sebanyak 1,5 miliar saham dengan harga penawaran senilai Rp100 per saham. Dengan begitu, perseroan meraup Dana IPO Rp150 miliar. Saham IPO itu, seluruhnya saham baru, dan dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp20 setiap saham.


Penerbitan saham itu, mewakili 28,65 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Selain mencatatkan saham di bursa, Winner juga menerbitkan waran seri dengan harga pelaksanaan waran senilai Rp250.


Setiap pemegang 15 saham baru akan mendapat 13 waran. Di mana, setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama tiga tahun. Dana hasil pelaksanaan waran Seri I akan digunakan untuk penambahan modal kerja. 


Dana hasil IPO Rp150 miliar setelah dikurangi biaya, sekitar Rp100 miliar untuk pembelian tanah seluas sekitar 10 hektare di Kota Batam. Lalu, sekitar Rp 30 miliar untuk pembelian tanah di Bogor seluas sekitar 7.000 meter. Pembelian tanah itu, akan meningkatkan jumlah land bank milik perseroan sehingga dapat mendukung ekspansi di masa mendatang. ”Sisanya untuk modal kerja perseroan, dan entitas anak,” tutur Liu Yut Men/Yusmen Liu, Direktur Utama Winner Nusantara. (*)