Saham Tetiba ARA, NAYZ Beberkan Kartu Akuisisi, Inbreng & Rights Issue
:
0
Produk MPASI besutan Hassana Boga Sejahtera. Foto: NAYZ.
EmitenNews.com - Saham gocap PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) tiba-tiba terbang mentok Auto Reject Atas (ARA) pada pembukaan sesi II perdagangan Kamis (23/7/2026).
Penguatan sebesar 9,09% ke level Rp60 ini beriringan munculnya klarifikasi keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi, inbreng aset, hingga rights issue.
Direktur Utama NAYZ, Dody Arifianto dalam keterangan tertulisnya Rabu (22/7), merespons Permintaan Penjelasan Lanjutan VII atau klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana pengambilalihan saham oleh Saiko Consultancy Pte Ltd.
Akuisisi 2 Tahap Senilai Rp23,5/Saham
NAYZ bersama PT Asia Intrainvesta selaku pihak pengendali perseroan sepakat melepas saham ke Saiko dalam 2 tahap.
Dody menuturkan bahwa, "Tahap 1: Selambat-lambatnya di kuartal III 2026, Saiko akan membeli 750.000.000 lembar saham milik PT Asia Intrainvesta dengan harga sekitar Rp23,5 per saham"
Dody berlanjut menjelaskan Tahap 2, yakni, Setelah Mandatory Tender Offer (MTO) dilaksanakan, Saiko akan memiliki opsi untuk membeli sebanyak-banyaknya 250.000.000 lembar saham lagi dari PT Asia Intrainvesta dengan harga yang sama.
Minta Restu Inbreng Aset Saiko via Rights Issue
Selain akuisisi, perseroan diungkap Dody berencana menggelar RUPSLB dalam 12 bulan ke depan untuk meminta restu aksi korporasi.
"Perseroan berencana mengadakan RUPSLB untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham atas Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dalam rangka inbreng perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh Saiko ke dalam Perseroan," beber Dody dalam surat tersebut.
Related News
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float
Presdir ASBI Hastanto Mundur Usai Direktur Keuangan Dibebastugaskan
Punya Pabrik Baru, SMLE Bidik PT Sinarom Beroperasi Penuh di 2027
Tersengat Gejolak Global, Kalbe (KLBF) Bakal Tinjau Ulang Capex 2026





