Sahamnya Anjlok Usai Didepak MSCI, Emiten Hapsoro Ini Gaspol PMTHMETD
:
0
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memiliki hak partisipasi 8% di Blok Migas Cepu bersama dengan PT Petrochina International Jabung Ltd. (operator), PT Pertamina Hulu Energi Jabung, PT Petronas Carigali Jabung dan PT GPI Jabung.
EmitenNews.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) resmi didepak dari MSCI Global Small Cap Index, pada Kamis (13/8/2020), bersama delapan emiten Bursa Efek Indonesia lainnya.
Setelah tak berada di daftar tersebut, Harga saham RATU mencatat penurunan. Hingga pukul 13:35 WIB, harga saham anak usaha PT Rukun Raharja Tbk milik pengusaha Hapsoro ini anjlok 50 poin atau 1,06% ke Rp4.650 per saham.
Saham RATU dibuka stagnan di Rp4.700 dan bergerak di kisaran 4.610 hingga 4.700 per saham di sepanjang perdaganga sesi I.
Sementara itu, melalui keterbukaan informasi Jumat (14/8/2026), manajemen RATU menyampaikan undangan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) kepada pemegang saham perseroan yang digelar di Jakarta pada 8 September 2026.
Manajemen RATU menjelaskan, bahwa rapat digelar untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)
"Dalam rangka mengembangkan kegiatan usaha Perseroan serta upaya memiliki kesempatanuntuk melaksanakan potensi ekspansi, Perseroan memandang perlu untuk memperkuat struktur permodalannya," tulis manajemen RATU dalam keterbukaan informasi sebelumnya.
Penerbitan Saham Baru dan Harga Saham Baru
Rencana PMTHMETD dilakukan oleh Perseroan dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 271.505.380 saham atau paling banyak 10% dari jumlah saham yang telah
ditempatkan dan disetor penuh, yang akan diterbitkan dari saham portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Harga pelaksanaan penerbitan Saham Baru dalam rangka PMTHMETD merujuk pada ketentuan dalam Peraturan No. I-A. Harga pelaksanaan Saham Baru Perseroan tersebut paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 Hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum
tanggal permohonan pencatatan Saham Baru hasil PMTHMETD kepada BEI disampaikan.
Apabila pelaksanaan PMTHMETD telah selesai, maka jumlah saham beredar Perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD meningkat dari semula 2.715.053.800 saham menjadi sebanyak-banyaknya 2.986.559.180 saham.
Related News
Bangkit dari Harga Gocap, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Tersorot
Pengendali AKRA Serok 4 Juta Saham, Rogoh Kocek Rp5,59 Miliar
BATA Rugi Lagi di Semester I 2026, Saham Anteng Disuspensi
Emiten Putri Haji Isam Sempat ARA, Kini Tak Berdaya Usai Terbit UMA
INDY Bentuk 2 Anak Usaha Baru, Sasar Bisnis Ini
Sandang HSC, Pengendali MGLV Lego Saham Rp230 Miliar





