SAKA Tuntaskan Pemboran Sumur UPA-17ST WK Pangkah
Tampak rigts sumur WK Pangkah, di perairan laut Jawa Timur. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) bagian Subholding Gas Pertamina, melalui Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), menuntaskan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah, Wilayah Kerja (WK) Pangkah di Perairan Laut Jawa Timur. Hasil uji produksi menunjukkan kinerja sangat positif. Sumur itu, berhasil onstream sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi guna mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Berdasar hasil uji sumur pada 29 Maret 2026, sumur UPA-17ST menghasilkan 2.443 barel minyak per hari (BOPD), dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. Capaian itu, menunjukkan Lapangan Ujung Pangkah, sebagai lapangan pertama dikembangkan di WK Pangkah, masih memiliki potensi signifikan untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi di wilayah Jawa Timur.
Direktur Operasi SAKA, Achmad Agus Miftakhurrohman, menyebut sukses pemboran itu, menjadi pencapaian penting bagi perusahaan di WK Pangkah. ”Keberhasilan pemboran sumur UPA-17ST merupakan pencapaian penting terkini setelah sebelumnya SAKA juga berhasil melakukan pemboran, dan put onstream sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05,” tutur Agus.
Pemboran UPA-17ST mulai pada 12 Oktober 2025 dari Well Head Platform-A (WHP-A) menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace, dan berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2025. Kemudian, dilanjutkan dengan Well Intervention (WLI) termasuk stimulasi untuk mengoptimalkan produksi sumur, dan memastikan aliran hidrokarbon dari reservoir ke permukaan dapat berlangsung dengan baik.
Sumur itu, telah memasuki tahap uji produksi untuk menentukan laju produksi optimal terintegrasi ke sistem produksi lapangan. “Hasil produksi melampaui target menunjukkan potensi reservoir sangat baik sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan teknis, dengan mengutamakan safety, hasil kolaborasi solid seluruh tim internal dengan para mitra, dan pemangku kepentingan terutama Manajemen SKK Migas bersama KKKS lainnya,” imbuh Agus.
Sumur UPA-17ST merupakan sumur dengan jangkauan pemboran terpanjang pernah dilakukan SAKA, dan masuk kategori Extended Reach Drilling (ERD). Teknologi itu, memungkinkan pemboran menjangkau reservoir jauh dari fasilitas produksi sehingga pengembangan cadangan dapat dilakukan lebih efisien tanpa perlu membangun platform baru. “Alhamdulillah, hasil pemboran sumur pengembangan UPA-17ST menunjukkan hasil sangat baik,” tukas Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas.
Secara operasional, pemboran sumur itu, merupakan konversi dari sumur idle sehingga menghadirkan tantangan tersendiri ditambah panjang lintasan horizontal masuk kategori ERD. Selain itu, operasi pemboran sumur melibatkan penggunaan expandable casing untuk mengantisipasi kompleksitas karakteristik lapisan batuan yang ditembus, dan aplikasi stimulasi reservoir karbonat dengan teknik telah di-improved.
“Penerapan teknologi ERD, penggunaan expandable casing, dan teknik stimulasi reservoir karbonat yand sudah di improved merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur produksi yang telah ada,” ucap Agus.
Dengan hasil uji produksi melampaui target, sumur UPA-17ST yang telah terintegrasi diharap menambah produksi, memperkuat kontribusi WK Pangkah terhadap pasokan energi nasional, dan target lifting pemerintah. Keberhasilan itu, menjadi bukti komitmen SAKA dalam mengoptimalkan potensi lapangan melalui penerapan teknologi, efisiensi produksi, dan pengelolaan operasi andal. (*)
Related News
ICDX Mendata, Perdagangan Berjangka Komoditi Naik 96 Persen
Kinerja K3 Moncer, SMGR Raih Penghargaan Excellent HSE 2026
Harga Emas Antam Turun Rp65.000, Kini Rp2,85 Juta per Gram
Sukses Inovasi Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Surplus 70 Bulan Beruntun, Mendag: Bukti Fundamental Perdagangan Kuat
Ekspor CPO Naik Jadi USD4,69 Miliar, Topang Pertumbuhan Awal 2026





