EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut hangat rencana pengusaha Mohammad Jusuf Hamka alias Babah Alun bersama sejumlah pengusaha lainnya untuk membeli saham di pasar modal. Bersama sejumlah koleganya, Babah Alun berencana mengoleksi saham di BEI dengan nilai transaksi mencapai Rp5 triliun.

Informasi yang ada menyebutkan, rencana tersebut muncul saat pasar saham Indonesia tengah tertekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot sampai 4.900 pada perdagangan Senin (19/10/2026).

Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Selasa (20/10/2026), Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menilai dukungan dari berbagai pihak dapat membantu memperkuat pasar modal. "Kami menyambut baik siapa pun yang memberikan kontribusi dan dukungan."

BEI tidak dapat mengungkapkan apakah pihak tertentu telah melakukan transaksi saham. Pasalnya, informasi mengenai aktivitas transaksi investor bersifat rahasia.

Jeffrey mengungkapkan, dukungan terhadap pasar modal memang penting, tetapi keterbukaan informasi tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

Kekuatan pasar modal Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu kelompok investor. Pasar yang sehat membutuhkan kontribusi investor ritel, investor institusi dalam negeri, hingga investor asing.

Dengan semangat itu, BEI akan terus mendorong keterlibatan investor institusi domestik sekaligus menjaga kepercayaan investor asing terhadap pasar saham Indonesia.

Menurut Jeffrey, keseimbangan partisipasi dari berbagai kelompok investor dinilai penting untuk menjaga aktivitas perdagangan dan mendukung perkembangan pasar modal dalam jangka panjang.

Pada Senin lalu, Babah Alun menyampaikan rencananya bersama sejumlah pengusaha untuk membeli saham senilai hingga Rp5 triliun.

Menarik dicermati, rencana itu mencuat ketika IHSG di bawah tekanan setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, dari Emerging Market menjadi Standalone Market.