Sempat Tembus Level 9.000, IHSG Malah Putar Arah
:
0
Gedung Bursa Efek Indonesia
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan laju penguatannya hingga penutupan perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Setelah bergerak positif sejak pembukaan dan sempat menembus level psikologis 9.000, indeks komposit justru berbalik melemah pada akhir perdagangan sesi II.
IHSG ditutup turun 19,34 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,47. Padahal, pada sesi pagi indeks sempat menyentuh rekor intraday di kisaran 9.002 sebelum tekanan jual mulai mendominasi.
Gagalnya IHSG menutup perdagangan di level tertinggi baru (all time high/ATH) tak lepas dari tekanan di sejumlah sektor. Tercatat, enam indeks sektoral bergerak di zona merah, dengan sektor barang baku menjadi pemberat utama setelah terkoreksi 3,22 persen. Tekanan juga datang dari sektor teknologi yang turun 1,10 persen serta sektor barang konsumer non primer yang melemah 0,90 persen. Sektor keuangan, perindustrian, dan kesehatan turut menutup perdagangan di zona negatif.
Di sisi lain, lima sektor saham mencatatkan penguatan, namun belum mampu menahan pelemahan indeks komposit. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,75 persen, disusul sektor properti dan real estat 1,50 persen, sektor infrastruktur 1,43 persen, sektor barang konsumer primer 0,60 persen, serta sektor energi yang naik 0,49 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 55,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,06 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 3,84 juta kali. Sebanyak 302 saham menguat, 370 saham melemah, dan 138 saham stagnan.
Saham DADA menjadi yang paling aktif dari sisi volume dengan transaksi mencapai 102,77 juta lot, diikuti BUMI sebanyak 72,85 juta lot dan GOTO 52,78 juta lot. Sementara dari sisi nilai transaksi, saham BUMI memimpin dengan nilai perdagangan sebesar Rp3,3 triliun, disusul AMMN Rp3,09 triliun dan BBCA Rp2,59 triliun.
Sebagai catatan, pada sesi I perdagangan, IHSG masih ditutup menguat 39,66 poin atau 0,44 persen ke level 8.984,47 sebelum akhirnya berbalik arah pada sesi II dan gagal mengunci rekor penutupan baru.
Related News
CFX Gelar Crypto Conference 2026 Pada 8 Juni di Jakarta
BTN Gandeng Bank Sampah Kurangi Emisi Rumah
IHSG Menjunam 5,68 Persen Imbas Moody’s, Analis Lanjut Soroti Isu Ini
Moody’s, Fitch, S&P Kompak Rilis Rapor Danantara, Ada Fakta Menohok!
IHSG Ambruk 4 Persen Tinggalkan Level 6.000, LQ45 Nyaris Merah Total
Sinergi, Bank BSN dan SMF Perkuat Pembiayaan Hunian Berbasis Syariah





