Sengkarut MKBD, BEI Jatuhi Sanksi Broker ini
:
0
Suasana pelataran Banteng Wulung tampak ramai. FOTO - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengultimatum Laba Sekuritas Indonesia (TF). Itu dengan mengenakan sanksi peringatan tertulis kepada sekuritas bernama lawas Universal Broker Indonesia Sekuritas tersebut. Sanksi peringatan tertulis itu, telah diberikan pada 13 Juli 2026.
Sanksi menghampiri perusahaan karena menyatakan laporan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) secara tidak akurat. Sanki itu, terekam via pengumuman No:Peng-00059/BEI.ANG/07-2026. Pengumuman itu, diteken dua direktur yaitu Irvan Susandy, dan Yulianto Aji Sadono.
Berdasar data BEI, Laba Sekuritas memiliki nilai MKBD terakhir Rp25,96 miliar. Modal dasar Rp200 miliar, dan modal disetor Rp50,05 miliar. Komisaris independen Argo Budi Tjahjono, Direktur Utama Hendra Julius Setiawan Martono, dan Direktur N. Mangachendrayani AL. Pemegang saham yaitu Etika Dharma Bangun Sejahtera 60 persen, dan Gemilang Eka Elok 40 persen.
Berikut jumlah MKBD Laba Sekuritas edisi Januari-Juli 2026. Januari 2026 dengan MKBD Rp27,78 miliar. Februari 2026 senilai Rp27,79 miliar. Maret 2026 sebesar Rp26,87 miliar. April 2026 sejumlah Rp26,56 miliar. Mei 2026 senilai Rp28,31 miliar. Juni 2026 sebesar Rp27,23 miliar. Juli 2026 sebesar Rp26,12 miliar.
Sekadar informasi, pada 1 April 2026, BEI membekuan sementara aktivitas perdagangan atau suspensi terhadap Laba Sekuritas Indonesia. Itu berdasar hasil pemantauan operator pasar modal nasional terhadap penyampaian laporan keuangan tahunan diaudit dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) tahunan periode 31 Desember 2025. (*)
Related News
HUT Ke-34, BEI Pacu Jangkauan Pendanaan Global di 3 Bursa Asing!
BEI Dorong Insentif Pajak Bertingkat untuk Dongkrak IPO & Free Float
Lepas Suspensi, Saham Ini Terbang 4,88 Persen di Sesi II
OJK Beberkan Tak Ada Putusan Downgrade dan Outflow dari Indeks S&P DJI
OJK Limpahkan Eks Dirut BPR SAWA ke Jaksa, Terancam 15 Tahun Penjara
Gandeng Bursa Singapura & Hong Kong, BEI Didorong Jadi IPO Hub ASEAN





