Sepanjang 2025, KPK Gelar 11 OTT dan Tangani 48 Perkara Gratifikasi
Ketua KPK Setyo Budiyanto. dok. SINDOnews
Kesebelas, KPK melakukan OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada 18 Desember 2025. KPK menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu.
Lalu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara Asis Budianto, dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Hulu Sungai Utara Tri Taruna Fariadi sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam proses penegakan hukum.
KPK ingin OTT lebih sering, sebulan sekali tetapi terhalang oleh peralatan yang masih jadul
Komisi Pemberantasan Korupsi berkeinginan lebih sering melakukan operasi tangkap tangan terhadap para koruptor. Namun demikian, KPK mengakui harapan tersebut terhalang peralatan yang belum canggih.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengemukakan hal tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (28/1/2026).
Setyo mulanya memaparkan sebulan sekali memang setidaknya ada 1 OTT yang dilakukan KPK. "Sebenarnya hampir beberapa bulan sekali pasti ada (OTT). Gitu. Karena itu juga salah satu target kami, tapi sekali bukan target yang dipaksakan. Targetnya adalah sesuai dengan informasi yang kami dapatkan."
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengemukakan hambatan dalam pekerjaan KPK bukan sekadar SDM yang kurang, tapi juga alat yang canggih.
"Sebenarnya hambatan paling besar KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan," ucap Fitroh.
Fitroh menekankan peralatan yang dipakai KPK sejauh ini, sudah ketinggalan zaman dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. "Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat barang kali OTT lebih masif."
Dengan peralatan yang dinilai sudah jadul itu saja, KPK sudah memperpanjang daftar penyelenggara negara yang tertangkap. Dalam 2026 yang belum genap sebulan ini saja komisi antirasuah sudah berhasil menjaring sejumlah terduga korupsi.
Lihat saja. OTT pertama tahun 2026 KPK berhasil menangkap aparat pajak di Jakarta Utara. Kemudian, dalam sehari menjaring dua kepala daerah, yaitu wali kota Madiun, dan Bupati Pati. Mereka kini sudah ditahan, dan menjalani pemeriksaan kasusnya. ***
Related News
ESDM Siap, Aturan Pembangkit Nuklir Tinggal Tunggu Pengesahan Presiden
BMKG, BNPB dan Pemprov Jabar Gencarkan OMC di Area Longsor Cisarua
KPK Perbarui Aturan Pelaporan Gratifikasi, Sederhana Mudah Dipahami
Libur Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi
Prediksi BMKG Hujan Lebat Hingga Februari, Waspadai Banjir dan Longsor
Pemerintah Akan Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Cek Nilainya





